Kamis 12 Feb 2026 05:45 WIB

Program Transmigrasi Patriot 2026: Pendidikan dan Pengabdian 2,5 Tahun

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah meluncurkan Program Transmigrasi Patriot 2026, melibatkan pendidikan dan pengabdian selama 2,5 tahun di kawasan transmigrasi.

Rep: antara/ Red: antara
Mentrans: Trans Patriot 2026 tinggal di kawasan transmigrasi 2,5 tahun.
Foto: antara
Mentrans: Trans Patriot 2026 tinggal di kawasan transmigrasi 2,5 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengumumkan peluncuran Program Transmigrasi Patriot 2026, yang akan dimulai pada Maret 2026. Program ini dirancang untuk mendidik dan melibatkan peserta dalam pengabdian masyarakat selama 2,5 tahun di kawasan transmigrasi.

Peserta akan menjalani pendidikan berbasis kampus lapangan dan tinggal di hunian modular di tiga kawasan transmigrasi prioritas: Rempang, Kepulauan Riau; Mamuju, Sulawesi Barat; dan Merauke, Papua Selatan. Kawasan ini dipilih berdasarkan potensi ekonomi dan kebutuhan percepatan pembangunan yang strategis.

Menteri Iftitah menjelaskan bahwa peserta akan menghabiskan 1,5 tahun untuk kuliah di kawasan transmigrasi, diikuti dengan 1 tahun pengabdian masyarakat. Pelaksanaan program ini melibatkan kerjasama dengan tujuh perguruan tinggi, yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Fokus Program di Setiap Kawasan

Di kawasan Rempang, program ini akan menitikberatkan pada bidang industri dan kelautan. Sementara, di Mamuju, fokus diarahkan pada sektor pertambangan, pertanian, dan perkebunan. Di Merauke, program akan berfokus pada sektor pertanian, perkebunan, serta perikanan dan kelautan.

Program Trans Patriot, yang pertama kali dilaksanakan pada 2025 dengan partisipasi 1.000 mahasiswa, bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi di 154 kawasan transmigrasi di Indonesia. Diharapkan, tahun 2026 akan melibatkan 1.000-1.500 mahasiswa dalam program ini.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement