Ahad 18 Jul 2021 10:46 WIB

Pemkot dan IDI Makassar Bahas Isolasi Apung Pasien Covid-19

Isolasi apung di Makassar menggunakan kapal bantuan PT Pelni dan Kemenhub.

Pemerintah Kota Makassar bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar membahas beberapa program penanganan COVID-19 seperti
Foto: Antara/Arnas Padda
Pemerintah Kota Makassar bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar membahas beberapa program penanganan COVID-19 seperti

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Pemerintah Kota Makassar bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar membahas beberapa program penanganan Covid-19 seperti "Makassar Recover" dan isolasi apung dengan memanfaatkan kapal milik PT Pelni. Isolasi apung menggunakan kapal bantuan PT Pelni dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mempercepat penyembuhan pasien Covid-19.

"Beberapa langkah antisipasi telah kami persiapkan, mulai dari pemberlakuan PPKM, penyiapan kapal PT Pelni sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien dan juga pemeriksaan kesehatan serta tracing ke seluruh warga Makassar," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Sabtu (17/7).

Baca Juga

Dalam pembahasan bersama IDI Makassar itu, Pemkot Makassar meminta bantuan potensi dari semua pihak termasuk saran dan masukan dalam penanganan Covid-19 di Makassar. Rapat yang digelar secara virtual itu, juga membahas mengenai pro kontra dari tim detektor yang berjumlah 15.306 orang itu bergerak secara bersama-sama dalam memeriksa semua warga di setiap rumah dan lorong yang ada di Kota Makassar.

"Puncak dari pada perbedaan pendapat yang kemudian menimbulkan pro kontra di sosial media bisa diselesaikan secara adat, 'Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainga'. Tidak akan selesai ini kalau di sosmed makanya forum ini sangat efektif," katanya.

photo
Tempat tidur di atas KM Umsini yang dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19. - (Antara/Arnas Padda)
 

Danny Pomanto memaparkan detail program Makassar Recover, perbedaan tugas Raika, Tim Detektor dan Covid Hunter dan ditutup dengan inovasi isolasi apung. "Jadi guru (peserta zoom) saya semua ini baru mengerti secara detail dan semua paham tidak seperti yang ada di sosmed. Bahkan dia apresiasi dan kagum dengan inovasi saya yaitu isolasi apung yang membantu kerja-kerja rumah sakit," terangnya.

Danny pun mendapatkan masukan untuk membuat tim detektor sebagai influencer untuk mengajak orang vaksin secepat mungkin. "Saya melapor di forum berapa banyak telepon masuk di 112 warga yang membutuhkan tim detektor dan menggunakan covid hunter. Awalnya, tim detektor hanya 3 tugasnya sekarang saya tambah 1 yakni vaksinasi. Jadi sekarang tim detektor 3T 1V, tracing, testing, treatment dan vaksin. Kenapa, karena tim detektor ada juga petugas puskesmas jadi sekalian saja. Sesuai perintah presiden juga vaksinasi door to door. Jadi apa bedanya dengan konsep yang sudah lama saya ciptakan tim detektor ini," tuturnya.

Dia juga menyampaikan jika dirinya bukan seorang kepala daerah yang duduk diam menunggu data berapa orang yang terpapar Covid dan meninggal akibat virus tersebut. Ia bergerak agar rantai Covid-19 bisa ditekan penyebarannya. 

Danny pun berharap agar semua program Makassar Recover berjalan lancar dan masyarakat bisa bekerja sama demi keluarnya Kota Makassar dari zona virus Covid-19.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement