Senin 02 Nov 2020 11:45 WIB

Lima Wilayah di Jawa Timur Diterjang Banjir

Selain banjir, sebagian wilayah Jatim dilanda longsor dan angin kencang

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nur Aini
Banjir di Jombang, Jawa Timur, ilustrasi
Foto: Antara/Syaiful Arif
Banjir di Jombang, Jawa Timur, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menerima laporan terkait adanya sejumlah daerah yang mengalami bencana alam. Kasi Kedaruratan BPBD Jatim, Satriyo Nur Seno mengatakan, total ada tujuh kabupaten yang terdampak bencana. Rinciannya, lima daerah terdampak bencana banjir, satu tanah longsor, dan satu lagi angin kencang. 

Satriyo merinci, lima kabupaten yang bencana banjir ialah Kabupaten Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Madiun, dan Trenggalek. Kemudian untuk kabupaten yang terdampak bencana tanah longsor yakni Kabupaten Lumajang. Sedangkan Kabupaten Ponorogo terjadi angin kencang. Dia menegaskan, bencana yang melanda daerah-daerah di Jatim tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa, maupun kerugian materil.

Baca Juga

"Nihil (korban jiwa dan kerugian materil)" ujar Satriyo dikonfirmasi Senin (2/11). 

Banjir yang melanda lima daerah di Jatim, kata Satriyo terjadi sejak Sabtu (31/10) malam di Kabupaten Pasuruan, Jombang, dan Mojokerto. Banjir yang terjadi merupakan dampak dari hujan lebat di kawasan tersebut. Sedangkan banjir yang melanda Kabupaten Madiun dan Trenggalek baru terjadi pada Senin (2/11) pagi. 

 

"Per pagi ini ada tambahan Kabupaten Madiun dan Trenggalek. Banjir luapan," ujarnya. Satriyo menegaskan, BPBD di kabupaten/ kota bersangkutan terus melakukan berbagai upaya seperti bantuan untuk logistik dan peralatan evakuasi.

Satriyo menyebut, saat ini di Kabupaten Mojokerto dan Jombang genangan air cenderung mulqi surut. Begitu pula di Madiun dan Trenggalek. Sedangkan di Pasuruan masih tinggi lantaran ada faktor pasang air laut. Akibatnya, sebagian warga yang terdampak terpaksa mengungsi. 

"Mengungsi dalam arti hanya di tempat tetangga atau keluarga saja. Dalam skala kecil," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement