Selasa 10 Oct 2017 19:23 WIB

Tindakan Sopir Angkot Cimahi Sweeping Bus Damri Disayangkan

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Andri Saubani
Seorang warga melintas di depan angkutan umum saat unjuk rasa sopir angkutan umum dari empat trayek di Bundaran Leuwigajah, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin (25/9).
Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Seorang warga melintas di depan angkutan umum saat unjuk rasa sopir angkutan umum dari empat trayek di Bundaran Leuwigajah, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin (25/9).

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Ratusan sopir angkutan kota (angkot) di Cimahi jurusan Cimahi-Leuwipanjang, Cimahi-ST Hall dan Padalarang-Leuwipanjang mogok beroperasi, pada Selasa (10/10). Mereka bahkan melakukan aksi sweeping terhadap bus Damri yang tengah melintas di jalur perbatasan Kota Cimahi dengan Kota Bandung.

Sebelumnya, aliansi sopir angkot di Jawa Barat menunda rencana mogok beroperasi pada Selasa (10/10) hingga (13/10) mendatang. Namun, pada kenyataannya sebagian sopir angkot di Kota Cimahi mogok beroperasi.

Kepala Dinas Perhubungan Cimahi, Ison Suhud, menyayangkan aksi sweeping yang dilakukan para sopir angkot kepada bus Damri. Sebab, Ison menilai, tidak ada kaitannya dengan demo mogok beroperasi tersebut. Selain itu, para penumpang akhirnya menjadi korban padahal mereka tidak mengetahui apa-apa.

"Kejadian itu (sweeping) sangat disayangkan. Beruntung pihak kepolisian bisa meredam kejadian itu," ujarnya, Selasa (10/10). Menurutnya, pihaknya mengimbau para sopir angkot beroperasi kembali agar bisa mendapatkan penghasilan.

Menurut Ison, para sopir angkot juga bisa menempuh jalur hukum untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Karena menurutnya, demo mogok beroperasi yang dilakukan hanya akan membuat para sopir tidak bisa mencari nafkah untuk keluarganya.

Ia menuturkan, pihaknya juga menyayangkan para penumpang yang akhirnya terlantar. Hal tersebut diperparah dengan tidak adanya persiapan dari pihak terkait untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang membutuhkan angkutan.

Sebelumnya, sebagian angkot di Kota Cimahi tetap melakukan aksi mogok beroperasi menuntut pemerintah agar angkutan dengan aplikasi online bisa ditertibkan dan dihentikan. Padahal sebelumnya, para supir angkot yang tergabung dalam aliansi sepakat menunda demo setelah beraudiensi dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Joko, salah seorang sopir angkot Cimahi-Leuwipanjang mengaku ia bersama teman seprofesinya di Bandung Raya tetap sepakat menggelar aksi mogok beroperasi. Langkah itu dilakukan agar pemerintah lebih bisa memperhatikan kesejahteraan supir. "Salah satu harapannya supaya angkutan online dihentikan," ujarnya, Selasa (10/10).

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement