Jumat 13 Feb 2015 06:15 WIB

Korban Banjir Tangerang Mulai Terserang Penyakit

  Warga dievakuasi menggunakan perahu karet ketika banjir melanda kawasan Periuk, Tangerang, Banten, Selasa (10/2).  (Antara/Rivan Awal Lingga)
Warga dievakuasi menggunakan perahu karet ketika banjir melanda kawasan Periuk, Tangerang, Banten, Selasa (10/2). (Antara/Rivan Awal Lingga)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG-- Korban banjir di Kota Tangerang, Banten, mulai banyak yang terserang penyakit gatal-gatal, pusing, demam dan flu, kata Kepala Puskesmas Pedurenan dr Retno.

Mereka sudah banyak yang datang ke posko kesehatan, katanya di Tangerang, Kamis (12/2). Sebagian besar, para korban banjir meminta obat untuk penyakit seperti pusing, demam, flu dan gatal-gatal karena mengurus rumah yang banjir.

Dijelaskannya, petugas kesehatan yang berjaga dibagi dalam dua shift agar masyarakat dapat terlayani dengan baik. Bila ada warga yang perlu dirujuk ke rumh sakit, maka akan dibawa mendapatkan perawatan yang lebih maksimal.

"Di setiap posko kesehatan ditempatkan dokter, perawat dan tenaga medis. Obat-obatan pun tersedia semuanya," paparnya.

Pemerintah Kota Tangerang telah mendirikan dua posko besar di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang dan Gedung Nyimas Melati serta 12 posko yang tersebar di titik-titik banjir. Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah, memerintahkan kepada petugas posko kesehatan untuk terus memantau kesehatan para pengungsi.

Kemarin, ada seorang warga bernama Amelia yang menderita demam dan telah dirujuk ke RS. Begitu pula dengan satu orang yang mengalami stroke. Bagi korban banjir yang sakit dan dirujuk ke RS, tidak dipungfut biaya sebab Pemkot Tangerang memiliki program pengpbatan gratis bagi warga yang menunjukan KTP.

"Berobat gratis," ujarnya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement