Jumat 10 Oct 2014 14:53 WIB

Bus Sekolah Sepi karena Kurang Sosialisasi

Rep: C63/ Red: Yudha Manggala P Putra
Ridwan Kamil
Foto: Antara
Ridwan Kamil

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Setelah tiga hari beroperasi sejak peluncurannya pada Selasa (7/10) lalu, bus sekolah gratis dengan rute Antapani-Ledeng (BSO1) dan Dago-Leuwipanjang (BSO2) masih sepi penumpang. Sepinya penumpang yang diperuntukkan untuk pelajar tersebut dikarenakan masih adanya siswa yang belum mengetahui rute bus sekolah tersebut.

Dengan jumlah bus yang minim yang hanya 10 bus tersebut membuat penampakan bus kurang populer dikalangan pelajar. Hal itu pula yang diakui Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Ia menyebut sepinya penumpang dikarenakan kurangnya informasi pelajar terhadap keberadaan bus sekolah tersebut.   "Kalau belum populer ya tinggal kita populerkan, saya sudah minta Dishub dan Disdik untuk ngobrol menyosialisasikan ke pelajar," kata Emil, sapaan akrabnya di DPRD Kota Bandung, Jumat (10/10).

Sepinya penumpang di hari-hari awal peluncuran bus sekolah dinilai wajar oleh Emil. Namun, ia menolak hal itu sebagai tolak ukur sepinya peminat bus sekolah.

Mantan Dosen ITB tersebut mengungkapkan banyak aspirasi yang masuk kepadanya perihal peluncuran bus tersebut. Bahkan, ada beberapa yang meminta penambahan rute bus sekolah.

"Aspirasi banyak sekali ada yang bilang Pak minta jalan yang lewat Buah batu, karena sekolahnya banyak, Soekarno-Hatta juga, saya mah tidak khawatir, namanya ini baru awal," tutur Emil.

Sehingga, ke depan Pemkot tentu akan mengevaluasi rute-rute strategis yang dibutuhkan pelajar. Namun, hal itu dilakukan menunggu armada bus bertambah. Ia menyebutkan ada penambahan 19 bus sekolah pada tahun 2015.

"Ini baru seminggu, nantilah kita evaluasi beberapa bulan, kita mau memberikan yg terbaik dan efektif buat masyarakat, tahun depan kan nambah jadi total 29 bus," ungkap dia.

Selain masih sepi peminat, keberadaan bus sekolah tersebut juga mendapat penolakan oleh segenap pengusaha dan pengemudi angkutan umum yang dilalui rute bus sekolah tersebut. Mengenai hal tersebut, Wali Kota meminta semua pihak untuk duduk bersama membahas mengenai keberadaan bus sekolah.

Emil beralasan tujuan diadakannya bus sekolah adalah membidik pelajar yang menggunakan kendaraan pribadi setiap harinya. Ia menyebutkan pengguna angkutan umum di Bandung hanya sebesar 20 persen, sehingga adanya bus sekolah tidak berpengaruh banyak terhadap pendapatan angkutan umum.

"Mari kita diskusi, kita itu membidik yang biasa dianter mobil atau motor, makanya kita harus fair dan harus ilmiah, kalau memang merasa dirugikan kita cari solusi seperti apa," kata dia.

Sebelumnya pada Selasa (7/10) Pemkot Bandung meluncurkan 10 bus sekolah gratis yang melayani dua rute yakni Antapani-Ledeng (BSO1) dan Dago-Leuwipanjang (BSO2). Waktu operasional bus sekolah ada tiga yakni shift 1 (pagi) pukul 05.00-07.30 WIB, shift 2 (siang) pukul 11.00-14.00 WIB dan shift 3 (sore) pukul 16.00-18.30 WIB.

Dua rute bus sekolah gratis tersebut, yaitu: BS 01 Antapani-Ledeng (Pergi) : Terminal Antapani-Jl. Terusan Jakarta-Jl. Jakarta-Jl.Supratman-Jl. Lapang Supratman-Taman Pramuka-Jl. LL. Martadinata (Riau)-Jl. Merdeka-Jl. Wastukencana-Jl. Pajajaran-Jl. Cipaganti-Jl. Dr. Setiabudi-Terminal Ledeng.

BS 01 Ledeng-Antapani (Pulang): Terminal Ledeng-Jl. Dr. Setiabudi-Jl. Cihampelas-Jl. Wastukencana-Jl. LL. Martadinata (Riau)-Jl. Ahmad Yani-Jl. Ibrahim Ajie-Jl. Terusan Jakarta-Terminal Antapani.

BS 02 Dago-Leuwi Panjang (Pergi): Terminal Dago-Jl. Ir. H. Juanda-Jl. Merdeka-Jl. Tamblong-Jl. Lembong-Jl. Lengkong Besar-Jl. Lengkong Kecil-Jl. Inggit Ganasih-Jl. Otista-Jl.Peta-Jl. Leuwi Panjang-Terminal Leuwi Panjang.

BS 02 Leuwi Panjang-Dago (Pulang): Terminal Leuwi Panjang-Jl. Leuwi Panjang-Jl.Peta-Jl. M. Ramdan-Jl. Karapitan-Jl. Sunda-Jl. Sumbawa-Jl. Belitung-Jl. Sumatera-Jl. Aceh-Jl. Seram-Jl. LL. Martadinata (Riau)-Jl. Ir. H. Juanda-Terminal Dago.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement