Jumat 27 Mar 2026 18:01 WIB

UMB Masuk 10 Besar PTS Terbaik Versi Webometrics 2026

indikator Webometrics mencakup visibilitas situs serta kualitas publikasi ilmiah

Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah.
Foto: UMB
Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah meningkatnya kompetisi global antarperguruan tinggi, pemeringkatan Webometrics kian menjadi rujukan penting dalam mengukur visibilitas dan dampak akademik institusi.

Dalam edisi 2026, Universitas Mercu Buana (UMB) berhasil menempati peringkat ke-2 perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik di Jakarta dan peringkat ke-9 PTS terbaik di Indonesia.

Rektor Universitas Mercu Buana, Andi Adriansyah, menilai bahwa posisi dalam pemeringkatan Webometrics bukan sekadar angka, melainkan indikator strategis atas keterbukaan akses ilmu pengetahuan serta kontribusi riset perguruan tinggi di ruang digital.

“Webometrics menilai bagaimana perguruan tinggi hadir dan berdampak di ranah digital, khususnya melalui publikasi ilmiah dan keterbukaan akses pengetahuan. Ini sangat relevan dengan tuntutan global saat ini,” ujar Andi dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, indikator Webometrics mencakup visibilitas situs web, jumlah serta kualitas publikasi ilmiah, hingga tingkat keterbukaan akses (open access). Artinya, perguruan tinggi tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu mendiseminasikan pengetahuan secara luas kepada masyarakat global.

Dalam konteks tersebut, capaian Universitas Mercu Buana menunjukkan peningkatan signifikan dalam eksposur digital dan kontribusi ilmiah. Penguatan repositori institusi, peningkatan publikasi bereputasi, serta optimalisasi platform digital menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan peringkat tersebut.

Lebih lanjut, Andi menegaskan bahwa capaian di Webometrics juga berdampak pada reputasi internasional perguruan tinggi, termasuk dalam menarik kolaborasi riset, kemitraan global, serta minat mahasiswa asing.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat ekosistem riset dan publikasi berbasis digital agar kontribusi keilmuan dari kampus dapat diakses lebih luas dan memberikan dampak nyata,” katanya.

Dengan demikian, pemeringkatan Webometrics tidak hanya menjadi alat ukur kinerja digital, tetapi juga mencerminkan transformasi perguruan tinggi menuju keterbukaan, kolaborasi, dan daya saing global.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement