Selasa 28 Jul 2026 06:00 WIB

Inggris Dukung Penguatan Riset Genomik di Indonesia

Peneliti didorong menghasilkan penelitian yang berdampak.

Kegiatan Genomics & Science Dojo 3.0 yang digelar Summit Institute for Development di Jakarta.
Foto: Istimewa
Kegiatan Genomics & Science Dojo 3.0 yang digelar Summit Institute for Development di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Penguatan kapasitas peneliti menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas riset Indonesia sekaligus memperluas publikasi pada jurnal ilmiah bereputasi internasional. Melalui pendampingan intensif, peneliti diharapkan mampu menghasilkan penelitian yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga memberikan dampak bagi penyelesaian persoalan kesehatan.

Upaya tersebut dilakukan melalui Genomics & Science Dojo 3.0 yang diselenggarakan Summit Institute for Development (SID) bersama GSI Lab dan OUCRU Indonesia dengan dukungan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta. Program pengembangan kapasitas tersebut memasuki tahap akhir melalui workshop pada 19-22 Juli 2026 dan ditutup dengan Dissemination Day pada 23 Juli 2026 di Jakarta.

Baca Juga

Selama workshop, peserta mengikuti berbagai sesi penguatan kapasitas, mulai dari penyempurnaan rancangan penelitian, pengembangan manuskrip ilmiah, diskusi metodologi, hingga pendampingan bersama para peneliti dan akademisi dari berbagai disiplin ilmu.

Health Adviser and Head of Health Team British Embassy Jakarta Julia Takahashi-Robertson mengatakan, pengembangan kapasitas peneliti tidak cukup berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga harus mampu diterapkan dalam praktik ilmiah.

“Pengetahuan hanya akan bermakna ketika dapat diterapkan pada saat yang paling dibutuhkan. Melalui inisiatif ini, pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi membangun kesiapan dan kompetensi untuk bertindak dengan tepat dalam praktik saintifik,” ujar Julia dalam siaran pers, Senin (27/7/2026).

Dissemination Day menjadi ajang bagi peserta mempresentasikan hasil penelitian sekaligus berdiskusi mengenai pengembangan riset genomik, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi penelitian yang berorientasi pada dampak. Sejumlah topik yang dipaparkan meliputi bioinformatika untuk penemuan obat, suplementasi gizi sebelum kehamilan, serta penguatan layanan forensik bagi penyintas kekerasan seksual.

Program ini juga menargetkan peningkatan kualitas publikasi ilmiah peneliti Indonesia melalui pendampingan penyusunan manuskrip hingga siap dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi, termasuk jurnal kuartil pertama (Q1).

Penyelenggara berharap Genomics & Science Dojo dapat memperkuat ekosistem riset genomik di Indonesia melalui kolaborasi, pendampingan berkelanjutan, serta peningkatan kualitas penelitian yang berdampak bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.

Berita Lainnya

Rekomendasi