Senin 27 Jul 2026 11:02 WIB

Komunitas Periset Muda UBSI Resmi Diluncurkan, Siapkan Generasi Peneliti Penentu Indonesia Emas 2045

Ini langkah strategis UBSI menciptakan ekosistem riset berkelanjutan.

UBSI meluncurkan Komunitas Periset Muda UBSI di Jakarta, Selasa (22/7/2026).
Foto: UBSI
UBSI meluncurkan Komunitas Periset Muda UBSI di Jakarta, Selasa (22/7/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komunitas Periset Muda UBSI resmi diluncurkan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai upaya membangun budaya riset sejak dini di kalangan mahasiswa.

Program ini menjadi wadah pengembangan kompetensi penelitian, kolaborasi ilmiah, serta inovasi yang diharapkan mampu melahirkan generasi periset muda sebagai pilar pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Peluncuran Komunitas Periset Muda dikemas dalam Opening Ceremony yang berlangsung di Aula UBSI kampus Kramat 98, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2026).

Ini langkah strategis UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menciptakan ekosistem riset berkelanjutan sekaligus mendorong mahasiswa aktif melakukan penelitian, menghasilkan publikasi ilmiah, dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

UBSI terus memperkuat budaya akademik melalui berbagai program yang mendorong lahirnya mahasiswa berdaya saing global.

Pembentukan Komunitas Periset Muda menjadi salah satu komitmen kampus mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, juga memiliki kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Opening Ceremony dibuka Fera Nelfianti, Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) UBSI yang menegaskan perguruan tinggi punya peran penting mempersiapkan generasi muda sebagai agen perubahan melalui penguatan budaya riset.

"Mahasiswa aset bangsa yang akan menjadi penentu arah pembangunan di masa depan. Karena itu, budaya riset harus ditanamkan sejak dini agar lahir generasi yang mampu menghasilkan inovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia," ujar Fera dalam keterangan Senin (27/7/2026).

Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar literasi riset yang menghadirkan narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Sujianto, dengan materi bertajuk “Membangun Kompetensi dan Jejaring Kolaborasi Periset Muda yang Inovatif dan Berdaya Saing”.

Dalam paparan materinya, Sujianto menjelaskan, seorang peneliti muda perlu memiliki kemampuan metodologi penelitian yang kuat, keterampilan analisis data, serta mampu memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari proses riset yang modern.

"Periset muda perlu terus meningkatkan kompetensi metodologi penelitian, kemampuan analisis data, serta membangun jejaring kolaborasi agar mampu menghasilkan riset yang inovatif dan memiliki daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional," jelas Sujianto.

Selain itu, peserta juga memperoleh informasi mengenai berbagai peluang kolaborasi riset bersama BRIN, seperti program penelitian bersama, visiting researcher, degree by research, hingga berbagai skema pendanaan riset nasional maupun internasional.

Informasi tersebut diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam pengembangan ekosistem riset Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Bidang Penelitian UBSI, Haryani, memaparkan arah pengembangan Komunitas Periset Muda yang memiliki visi menjadi wadah mahasiswa unggul dalam penelitian, inovasi, dan publikasi ilmiah.

Menurutnya, berbagai program telah disiapkan untuk mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa, mulai dari pelatihan metodologi penelitian, pendampingan publikasi ilmiah, pengembangan inovasi, hingga pembinaan menghadapi kompetisi riset di tingkat nasional maupun internasional.

"Komunitas Periset Muda diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi mahasiswa mengembangkan kemampuan riset, menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi, serta menciptakan inovasi yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan bangsa," ujarnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi