REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Ketua DPD Golkar Jawa Tengah (Jateng), Mohammad Saleh, angkat bicara soal terjaringnya Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/2/2026). Fadia diketahui merupakan kader partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Kami dapat berita di media online terkait Bu Fadia. Kami menghargai proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Kita tunggu saja hasil dari proses penyelidikan dalam 1x24 jam dari KPK," ungkap Saleh ketika dikonfirmasi soal penangkapan Fadia.
Saleh mengatakan, terkait apakah Golkar akan memberikan pendampingan hukum, hal itu bakal menunggu permintaan langsung dari Fadia. "Masalah pendampingan hukum tentu kami akan menunggu dari permintaan dari Bu Fadia jika memang membutuhkan pendampingan hukum. Tentu semuanya nanti akan kami laporkan ke DPP Golkar jika sudah ada update terkini dari KPK," ucapnya.
Saleh mengaku belum bisa memberikan komentar mendetail terkait OTT terhadap Fadia. Sebab dia baru memperoleh informasi dari media daring.
KPK melakukan OTT terhadap Fadia Arafiq pada Selasa. Hal itu telah dikonfirmasi Juru Bicara KPK Budi Prasetyo. "Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati," ujarnya.
Dia mengatakan, Fadia telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Putri dari pedangdut senior A.Rafiq itu bakal menjalani pemeriksaan lebih lanjut sebelum KPK menetapkan status hukumnya.