Rabu 04 Feb 2026 08:21 WIB

UEA Bantah Ambil Alih Jalur Gaza

UEA menilai pemerintahan Gaza adalah tergantung dari rakyat Palestina.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Kepulan asap terlihat saat Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan kamp pengungsi Ghaith di daerah Al-Mawasi sebelah barat Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Sabtu (31/1/2026). Setidaknya 12 orang syahid dalam serangan udara Israel di Gaza.
Foto: EPA/HAITHAM IMAD
Kepulan asap terlihat saat Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan kamp pengungsi Ghaith di daerah Al-Mawasi sebelah barat Khan Younis, Jalur Gaza Selatan, Sabtu (31/1/2026). Setidaknya 12 orang syahid dalam serangan udara Israel di Gaza.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) membantah kabar yang menyebutnya berniat mengambil alih administrasi sipil Jalur Gaza. Kabar itu sebelumnya telah disebarkan stasiun televisi Israel, Channel 12.

Menteri Negara untuk Kerja Sama Internasional UEA, Reem bint Ibrahim Al Hashemi, mengatakan bahwa pengelolaan dan pemerintahan atas Gaza merupakan tanggung jawab rakyat Palestina.

Baca Juga

"UEA secara tegas membantah klaim yang tidak berdasar mengenai pengambilalihan administrasi sipil Jalur Gaza,” kata Al Hashemi dalam sebuah pernyataan, dikutip laman Middle East Monitor, Selasa (3/2/2026).

"Pemerintahan dan administrasi Gaza adalah tanggung jawab rakyat Palestina," tambah Al Hashemi dalam pernyataannya.

Dia menambahkan, UEA tetap berkomitmen untuk mendukung proses perdamaian yang langgeng antara Israel dan Palestina. Terkait hal itu, Al Hashemi menyinggung tentang peran UEA sebagai anggota pendiri Dewan Perdamaian sekaligus anggota Dewan Eksekutif Gaza.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement