Rabu 04 Feb 2026 07:15 WIB

BPBD DKI Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Hadapi Hujan Lebat

Penyemaian awan diarahkan ke wilayah aman guna menekan potensi genangan.

Seorang ilmuwan penerbangan mendokumentasikan kondisi awan sebagai bahan laporan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM BNPB di sekitar wilayah udara pesisir utara Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Ahad (2/11/2025). Hingga hari kesembilan atau per Ahad (2/11) penerbangan kedua, BNPB bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghabiskan sebanyak 31 ton NaCl dan 14 ton CaO untuk OMC Jateng dalam rangka penanganan dan mitigasi bencana hidrometeorologi basah di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.
Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan
Seorang ilmuwan penerbangan mendokumentasikan kondisi awan sebagai bahan laporan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna 208 Caravan PK-SNM BNPB di sekitar wilayah udara pesisir utara Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Ahad (2/11/2025). Hingga hari kesembilan atau per Ahad (2/11) penerbangan kedua, BNPB bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menghabiskan sebanyak 31 ton NaCl dan 14 ton CaO untuk OMC Jateng dalam rangka penanganan dan mitigasi bencana hidrometeorologi basah di wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta cuaca ekstrem di Ibu Kota dan sekitarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Isnawa Adji, di Jakarta, Rabu (4/2/2026), menyampaikan bahwa pelaksanaan OMC merupakan langkah antisipasi yang terus dilakukan untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan dan banjir di wilayah DKI Jakarta.

Baca Juga

“Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan bagian dari upaya mitigasi berkelanjutan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem,” katanya.

Pada Selasa (3/2/2026) ini, pelaksanaan OMC dilakukan melalui tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat CASA 212-200 TNI Angkatan Udara (AU). Operasi ini merupakan hasil sinergi BPBD Provinsi DKI Jakarta dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI AU, serta kementerian dan lembaga terkait.

Pada sorti pertama, penerbangan dilaksanakan pada pagi hari. Penyemaian awan dilakukan di wilayah Kabupaten Bogor dengan target awan Stratocumulus (Sc), Stratus (St), dan Cumulus humilis pada ketinggian 7.000–8.000 kaki.

“Pada sorti ini digunakan bahan semai kalsium oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram,” ujarnya.

Sorti kedua dilaksanakan pada siang hari. Penyemaian awan difokuskan di wilayah Selat Sunda pada ketinggian 9.100–9.400 kaki.

Pada sorti ini digunakan bahan semai natrium klorida (NaCl) sebanyak 800 kilogram dengan tujuan mengarahkan potensi hujan ke wilayah perairan yang lebih aman.

Untuk sorti ketiga, penerbangan dilaksanakan pada sore hari. Penyemaian awan dilakukan di wilayah Lebak, Provinsi Banten, dengan target awan Stratocumulus dan Cumulus humilis dengan puncak awan di bawah 7.000 kaki.

Pada sorti ini kembali digunakan bahan semai kalsium oksida (CaO) sebanyak 800 kilogram.

“Penyemaian awan dilakukan berdasarkan analisis kondisi atmosfer dan pemantauan cuaca secara intensif sehingga potensi hujan dapat diarahkan ke wilayah yang lebih aman dan tidak membebani DKI Jakarta,” kata dia.

BPBD Provinsi DKI Jakarta terus melakukan evaluasi harian serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan seluruh pelaksanaan OMC berjalan aman, efektif, dan sesuai dengan perkembangan kondisi cuaca terkini.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement