Rabu 04 Feb 2026 15:02 WIB

Dua Hari Buka, Israel Tutup Lagi Perbatasan Rafah

Tak sampai 50 warga Gaza melintasi Rafah dua hari belakangan.

Pasien Palestina berkumpul di dalam Rumah Sakit Bulan Sabit Merah Palestina di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, sebelum menuju penyeberangan Rafah, 2 Februari 2026.
Foto: EPA/Haitham Imad
Pasien Palestina berkumpul di dalam Rumah Sakit Bulan Sabit Merah Palestina di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, sebelum menuju penyeberangan Rafah, 2 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Setelah dua hari membuka penyeberangan Rafah yang memisahkan Gaza dan Mesir, Israel kembali menutup gerbang tersebut pada Rabu. Warga Gaza yang terluka dan sakit serta membutuhkan pengobatan kembali telantar di Gaza.

Raed al-Nims, juru bicara Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), mengatakan organisasi tersebut diberitahu pagi ini bahwa evakuasi pasien dan korban luka melalui penyeberangan Rafah telah dibatalkan untuk hari ini.

Baca Juga

“Sayangnya, beberapa menit yang lalu, kami… diberitahu bahwa proses evakuasi hari ini telah dibatalkan,” katanya kepada Aljazirah dari Khan Younis.

Dia mengatakan prosedur tersebut seharusnya membuat orang sakit dan terluka tiba di rumah sakit Palang Merah untuk pemeriksaan kesehatan awal sebelum dipindahkan dengan ambulans ke penyeberangan Rafah, kemudian ke rumah sakit Mesir atau di tempat lain.

Koresponden Aljazira, melaporkan dari Khan Younis, hanya 16 warga Palestina yang diizinkan menyeberang ke Mesir melalui Rafah untuk mencari perawatan medis pada Selasa.

Jumlah tersebut jauh di bawah jumlah 50 warga Palestina yang menurut para pejabat Israel akan diizinkan melakukan perjalanan ke segala arah melalui penyeberangan. Sehari sebelumnya, hanya lima orang yang diizinkan keluar, sementara 12 orang diizinkan kembali ke Gaza.

photo
Ambulans menunggu di Perlintasan Perbatasan Rafah sisi Mesir, antara Mesir dan Jalur Gaza, di Rafah, Kegubernuran Sinai Utara, Mesir, 1 Februari 2026. - (EPA/Stringer)

Sekitar 150 orang dijadwalkan meninggalkan wilayah tersebut pada hari Senin, dan 50 orang akan masuk, menurut pejabat Mesir. “Tidak ada penjelasan mengapa penyeberangan di Rafah ditunda,” kata Khoudary. “Prosesnya memakan waktu sangat lama.”

Penyeberangan tersebut, yang merupakan satu-satunya pintu gerbang Gaza ke dunia luar yang tidak mengarah ke Israel, sebagian besar telah ditutup sejak pasukan Israel menguasainya pada Mei 2024.

Aljazirah juga melaporkan ada peningkatan aktivitas militer Israel di Gaza dalam beberapa jam terakhir. Di Khan Younis, drone Israel telah aktif beroperasi selama 30 menit terakhir, dan mereka berkonsentrasi di bagian tengah kota.

Israel selama ini mengandalkan kombinasi taktik militer yang aneh yang juga disertai dengan tekanan politik yang jelas, yang menunjukkan kepada dunia bahwa penyeberangan Rafah telah dibuka kembali. Namun di lapangan, serangan Israel masih terus berlangsung tanpa henti.

Hingga saat ini, Israel belum memberikan klarifikasi apapun mengenai alasan mereka menolak warga Palestina untuk meninggalkan atau kembali ke Gaza, namun kita dapat melihat perbedaan yang mencolok antara jumlah orang yang diizinkan meninggalkan Gaza dan mereka yang baru kembali. Pagi ini, lebih banyak orang datang dengan ambulans, menunggu untuk berangkat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement