Selasa 16 Dec 2025 21:05 WIB

Semarang Zoo Diterpa Isu Berkurangnya Koleksi Harimau, Begini Respons Wali Kota

Semarang Zoo tengah diterpa isu soal berkurangnya jumlah harimau.

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Mas Alamil Huda
Seekor anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) betina berusia tiga bulan yang diberi nama Darmi berada di kandangnya di Kebun Binatang Serulingmas, Banjarnegara, Jateng, Rabu (24/6/2020). Kelahiran Darmi merupakan hasil perkawinan antara harimau benggala betina dari Kebun Binatang Serulingmas Banjarnegara dengan harimau benggala jantan asal Kebun Binatang Mangkang Semarang.
Foto: Antara/Idhad Zakaria
Seekor anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) betina berusia tiga bulan yang diberi nama Darmi berada di kandangnya di Kebun Binatang Serulingmas, Banjarnegara, Jateng, Rabu (24/6/2020). Kelahiran Darmi merupakan hasil perkawinan antara harimau benggala betina dari Kebun Binatang Serulingmas Banjarnegara dengan harimau benggala jantan asal Kebun Binatang Mangkang Semarang.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Semarang Zoo tengah diterpa isu soal berkurangnya jumlah harimau di kebun binatang milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tersebut. Wali Kota (Walkot) Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti telah menginstruksikan jajarannya menyelidiki isu itu.

Kabar mengenai berkurangnya jumlah harimau di Semarang Zoo pertama kali disebarkan oleh akun Instagram @dinaskegelapan_kotasemarang. "Dulu Semarang Zoo punya 10 harimau. Sekarang tinggal 4. Enam ekor lenyap seperti dipinjam jin. Dan lebih lucu lagi -tidak ada satu pun penjelasan yang waras," kata akun tersebut dalam unggahannya pada 8 Desember 2025.

Baca Juga

Walkot Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti telah menanggapi isu tersebut. Dia mengatakan sudah memerintahkan tim untuk memeriksa kebenaran kabar tersebut.

"Kita lagi melakukan investigasi. Kemarin saya sudah minta asisten II dan inspektorat untuk melihat dari dekat; (harimau) itu dijual atau ditukar dengan hewan lain," ujar Agustina saat ditemui di Balai Kota Semarang, Selasa (15/12/2025).

Kendati demikian, karena kabar mengenai berkurangnya jumlah harimau di Semarang Zoo masih simpang siur, Agustina meminta masyarakat agar tak lekas memercayai isu tersebut. "Isunya kan masih simpang siur. Bisa saja ada kerja sama dengan pihak lain diganti dengan binatang lain. Saya sudah minta tim untuk turun," katanya.

Sementara itu Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur, menyampaikan, pihaknya masih menyelidiki isu berkurangnya koleksi harimau di Semarang Zoo. Soal isu tersebut, Semarang Zoo pun sudah mengirimkan dokumen-dokumen yang perlu dipelajari oleh Setda Kota Semarang.

"Ini kita sedang proses (investigasi). Tapi dari dokumen yang saya pelajari itu ada pertukaran satwa, dari yang kita miliki dengan kebun binatang yang lain," ungkap Hernowo.

Untuk sementara ini, Hernowo menyimpulkan, berkurangnya koleksi harimau di Semarang Zoo disebabkan oleh mekanisme pertukaran satwa. Meski tak menghafal rinciannya, dia memastikan pertukaran satwa tersebut telah mengantongi izin Balai Konservasi.

"Jumlah harimau di Semarang Zoo sekitar empat ekor. Sepengetahuan saya mereka melakukan pertukaran satwa dengan Ragunan, Jember Mini Zoo, dan Rahmat Zoo & Park Sumatra," kata Hernowo.

Menurutnya, pertukaran satwa merupakan praktik yang umum dilakukan untuk saling melengkapi koleksi. Sebagai contoh, harimau di Semarang Zoo ditukarkan dengan kapibara atau jenis satwa lainnya. Hernowo mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumumkan hasil investigasi soal berkurangnya koleksi harimau di Semarang Zoo.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Semarang Zoo, Swandito Widyotomo, belum mau berkomentar banyak soal dugaan berkurangnya koleksi harimau di Semarang Zoo. Namun Swandito memastikan telah menyerahkan semua dokumen terkait koleksi Semarang Zoo.

"Kami sudah menyampaikan semua data ke Wali Kota Semarang. Untuk tanggapan selengkapnya (soal harimau) nanti setelah digelarnya RUPS (rapat umum pemegang saham)," katanya.

Swandito menepis anggapan dan tudingan yang menyebut bahwa terdapat koleksi harimau di Semarang Zoo yang dijual. "Intinya nunggu RUPS selesai, saya belum berani statement (harimau dijual). Silakan datang untuk melihat jumlahnya dan dihitung sama tidak sama yang dituduhkan," ujar dia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement