Ahad 14 Dec 2025 07:51 WIB

Dua Tentara AS Tewas di Tangan ISIS Suriah, Trump Marah: Kami akan Membalas

Trump tidak menyalahkan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dalam insiden ini.

Presiden Donald Trump, kiri, berjabat tangan dengan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, di Gedung Putih di Washington, Senin, 10 November 2025.
Foto: Kantor pers Kepresidenan Suriah via AP
Presiden Donald Trump, kiri, berjabat tangan dengan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, di Gedung Putih di Washington, Senin, 10 November 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Donald Trump menyatakan akan melakukan pembalasan yang sangat serius setelah dua tentara AS dan satu penerjemah sipil tewas dalam penyergapan di Suriah pada Sabtu.

Komando Pusat AS dan Departemen Pertahanan menyatakan, tiga korban lainnya terluka dalam serangan  yang dilakukan oleh seorang penembak ISIS. 

Baca Juga

"Kami akan membalas," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Dia mengatakan AS berduka telah kehilangan tiga patriot Amerika yang hebat. Trump juga berdoa untuk tiga orang yang terluka.

Menurut Trump, AS telah bekerja sama dengan pasukan Suriah. "Damaskus, omong-omong, ikut berperang bersama kami," kata Trump yang menambahkan bahwa presiden baru Suriah sangat terpukul oleh apa yang terjadi.

“Misi para prajurit adalah untuk mendukung operasi kontra-ISIS/kontra-terorisme yang sedang berlangsung di wilayah tersebut,” tulis Sean Parnell, juru bicara utama Pentagon, dalam sebuah pernyataan di X.

Ia menambahkan bahwa nama-nama korban tewas dirahasiakan hingga keluarga terdekat diberitahu.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengatakan penyerang tersebut tewas oleh pasukan mitra. “Ketahuilah, jika Anda menargetkan warga Amerika—di mana pun di dunia—Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda yang singkat dan penuh kecemasan dengan mengetahui bahwa Amerika Serikat akan memburu Anda, menemukan Anda, dan membunuh Anda tanpa ampun,” tulis Hegseth di X.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement