Kamis 26 Mar 2026 20:35 WIB

Eks Bos Intelijen India: Serang Darat Iran, AS Harus Siap Terima Peti Mati

Serangan darat dinilai akan sulit diterima oleh publika Amerika.

Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Tim darurat Israel bekerja di lokasi serangan rudal Iran di daerah perumahan di Tel Aviv, Israel, 24 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- AS saat ini dinilai belum siap untuk invasi darat ke Iran. Demikian disampaikan pakar militer yang juga mantan kepala badan intelijen eksternal India, A.S. Dulat, kepada RT India.

Dalam sebuah wawancara dengan mantan Menteri Luar Negeri India, Salman Khurshid, Dulat, yang pernah memimpin badan intelijen eksternal India – Research and Analysis Wing (RAW) – mengatakan bahwa invasi darat akan sulit diterima oleh publik Amerika.

Baca Juga

“Tetapi begitu Anda menempatkan pasukan di lapangan, itu berarti Anda harus siap menerima 'peti mati' yang akan kembali, dan itu tidak akan disukai oleh orang Amerika,” kata Dulat dalam sebuah episode program In Conversation di RT India.

Ia menambahkan bahwa CIA mungkin telah memberi tahu Mossad Israel dan memainkan peran besar dalam pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada akhir Februari.

Dulat, yang pernah menjadi kolumnis di RT  mengatakan penilaiannya didasarkan pada informasi intelijen.

Mantan kepala intelijen India itu mengatakan Iran telah bersiap untuk perang jangka panjang. "Khamenei telah menyiapkan daftar lengkap penerus tidak hanya untuk setelahnya, tetapi juga untuk berbagai posisi yang harus diangkat setelahnya."

Dulat percaya AS selalu meremehkan Iran, dan merujuk pada kunjungan Henry Kissinger ke India pada tahun 2005.

"Saat itu saya adalah anggota NSA (Badan Keamanan Nasional) di sini dan dia [Kissinger] mengatakan bahwa jika Iran tidak berperilaku baik, Iran akan lenyap dari muka bumi. Sekarang sudah 21 tahun."

Ia menggambarkan poros Rusia-China sebagai poros yang kuat yang berkembang selama beberapa tahun terakhir. "Rusia dan China sangat mendukung Iran, tidak diragukan lagi," kata Dulat.

Mengenai kemungkinan gencatan senjata atau berakhirnya perang, dia mengatakan, “Beberapa konsesi, meskipun hanya bersifat kosmetik, harus diberikan kepada Iran.”

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Berita Lainnya

Rekomendasi