Sabtu 30 Aug 2025 21:11 WIB

Banjir Besar Terjang Pakistan, 30 Orang Tewas dalam Tiga Hari

Seluruh pihak kini dalam kondisi siaga tinggi menghadapi banjir.

Seorang warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di lingkungan Pir Baba, wilayah distrik Buner, Pakistan, Ahad (17/8/2025).
Foto: AP Photo/Muhammad Sajjad
Seorang warga melihat rumah yang rusak akibat banjir bandang di lingkungan Pir Baba, wilayah distrik Buner, Pakistan, Ahad (17/8/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, KARACHI – Banjir besar melanda Provinsi Punjab, timur laut Pakistan, dan menewaskan 30 orang dalam tiga hari terakhir. Pemerintah setempat melakukan pelubangan tanggul secara terkontrol untuk mencegah air meluap ke kota-kota besar.

Ribuan warga dievakuasi dengan bantuan militer ketika arus banjir bergerak ke selatan menuju Sungai Indus. Menteri Senior Punjab, Marriyum Aurangzeb, menyebut hampir setengah juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di berbagai distrik terdampak.

Untuk pertama kalinya dalam 78 tahun, tiga sungai di timur Pakistan, yaitu Chenab, Ravi, dan Sutlej, meluap bersamaan. Lebih dari 2.000 desa terendam, memengaruhi 1,5 juta jiwa. Sekitar 500 posko pengungsian kini disiapkan di seluruh provinsi.

Rekaman televisi lokal memperlihatkan tim penyelamat mengevakuasi warga dari atap rumah hingga pohon di Distrik Kasur. Di Multan, yang diperkirakan diterjang banjir Ahad (31/8), pemerintah daerah menargetkan evakuasi 300 ribu penduduk sejak Sabtu malam.

Di Provinsi Sindh, otoritas meminta warga di hilir Sungai Indus bersiap menghadapi evakuasi wajib pekan depan. Menteri Provinsi Sindh, Jam Khan Shoro, menyatakan seluruh pihak kini dalam kondisi siaga tinggi menghadapi kiriman banjir.

Banjir ini disebut sebagai yang terparah sejak 2022, ketika sepertiga wilayah Pakistan terendam, 1.700 orang meninggal, dan kerugian mencapai 32 miliar dolar AS.

sumber : Antara/Anadolu
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement