Sabtu 30 Aug 2025 15:27 WIB

Layanan Transjakarta Berangsur Normal, Warga Diajak Jaga Fasilitas Transportasi Umum

Fasilitas yang mengalami kerusakan ringan mulai diperbaiki Senin (1/9/2025).

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Israr Itah
Suasana kerusakan Halte Transjakarta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025). Kerusakan tersebut imbas dari aksi sejumlah elemen masyarakat terkait menuntut pengusutan kasus penabrakan pengemudi ojek online oleh mobil rantis Brimob hingga tewas. Kerusakan tersebut meliputi geebang tol Semanggi 1 dan 2, enam halte yang terbakar serta 16 halte yang rusak. Selain halte, Mako Gegana, Polres Jakarta Timur dan pos Polisi mengalami kerusakan akibat menjadi sasaran amuk massa saat bentrok.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Suasana kerusakan Halte Transjakarta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025). Kerusakan tersebut imbas dari aksi sejumlah elemen masyarakat terkait menuntut pengusutan kasus penabrakan pengemudi ojek online oleh mobil rantis Brimob hingga tewas. Kerusakan tersebut meliputi geebang tol Semanggi 1 dan 2, enam halte yang terbakar serta 16 halte yang rusak. Selain halte, Mako Gegana, Polres Jakarta Timur dan pos Polisi mengalami kerusakan akibat menjadi sasaran amuk massa saat bentrok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas transportasi publik agar tetap dapat dinikmati seluruh warga tanpa hambatan. Direktur Utama PT Transjakarta Welfizon Yuza menegaskan, fasilitas publik adalah milik bersama yang keberlanjutannya harus dijaga.

“Kami mengajak masyarakat untuk saling menjaga fasilitas publik. Transportasi umum hadir untuk kepentingan semua orang. Jika dirusak, yang dirugikan adalah kita sendiri. Mari kita rawat bersama agar manfaatnya bisa terus dirasakan,” kata Welfizon dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8/2025).

Baca Juga

Ia menambahkan, jajaran direksi dan manajemen secara konsisten memantau kondisi di lapangan, baik secara langsung (on the spot) maupun melalui Command Center Kantor Pusat Transjakarta. Pemantauan ini penting mengingat situasi di lapangan dapat berubah cepat, sehingga perusahaan bisa segera mengambil keputusan terkait layanan maupun operasional.

Terkait perbaikan, Welfizon menjelaskan, fasilitas yang mengalami kerusakan ringan mulai diperbaiki Senin (1/9/2025). Untuk kerusakan kategori sedang, perbaikan dimulai Rabu (3/9/2025). Adapun kerusakan berat ditangani mulai Senin (8/9/2025).

Menurutnya, proses perbaikan membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, sehingga dukungan masyarakat sangat dibutuhkan demi menjaga keamanan serta keberlanjutan layanan.

“Transportasi publik adalah urat nadi mobilitas kota. Dengan menjaga fasilitasnya, kita juga menjaga kenyamanan dan kelancaran aktivitas sehari- hari. Kami berharap seluruh warga bisa menjadi bagian dari gerakan menjaga transportasi publik Jakarta,” jelas dia.

Lebih lanjut, Welfizon menyampaikan, sejumlah koridor Transjakarta sudah kembali beroperasi sejak Sabtu siang. Beberapa koridor tersebut antara lain 3, 6, 8, 10, 11, 12, dan 13. Adapun rute yang telah dibuka kembali meliputi 7 dari 14 rute BRT, 61 dari 94 rute non-BRT, serta 76 dari 98 rute Mikrotrans.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jakarta. "Mari saling menjaga agar ruang publik tetap aman dan nyaman untuk semua. Jika menemukan situasi darurat, membutuhkan penanganan cepat, atau ingin menyampaikan laporan, segera hubungi 112 (gratis dan aktif 24 jam)," kata Welfizon.

Sampai Sabtu pagi, tujuh halte Transjakarta dirusak oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, yakni Halte Bundaran Senayan, Halte Pemuda Pramuka, Halte Polda Metro Jaya, ⁠Halte Senen Toyota Rangga, ⁠Halte Sentral Senen, Halte Senayan BDKI, Halte Gerbang Pemuda.

Sejumlah kelompok mahasiswa, di antaranya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) dan BEM Universitas Indonesia (UI) menggelar unjuk rasa di depan markas Polda Metro Jaya pada Jumat (29/8) siang. Demonstrasi tersebut digelar sebagai ungkapan rasa kecewa dan protes atas jatuhnya korban dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR kemarin.

Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek daring, meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di tengah kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) malam. Kericuhan di Pejompongan itu terjadi setelah berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa di sekitar kompleks parlemen dipukul mundur oleh pihak kepolisian. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement