REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Media asing menyoroti kericuhan demonstrasi di DPR serta kematian driver ojek online Affan Kurniawan. Affan meninggal setelah dilindas mobil rantis Brimob, Kamis (28/8/2025) petang, dalam sebuah kericuhan yang berlangsung hingga larut.
Media Australia, the Australian menulis judul, "Indonesia police apologise after killing Jakarta protester."
The Australian juga mengutip kelompok hak asasi manusia yang memperingatkan bahwa kekerasan polisi yang berulang dan berlebihan terhadap pengunjuk rasa dalam menjalankan hak demokratis mereka berisiko kembali ke era otokratis Suharto.
Kantor berita Reuters menulis artikel, "Indonesian students vow more protests after one killed in Jakarta demonstration."
Reuters mengutip sejumlah narasumber dari pemimpin gerakan mahasiswa hingga Kapolda Metro Jaya Asep Irjen Edi Suheri. Mahasiswa berjanji akan melanjutkan demonstrasinya selepas shalat Jumat.
Sementara Kapolda Asep Edi Suheri mengatakan bahwa dalam bentrokan tersebut, sebuah kendaraan lapis baja polisi menabrak dan menewaskan seorang pengemudi ojek online. Ikatan Pengemudi Ojek Online (IGO) menyatakan bahwa pria yang tewas tersebut tidak terlibat dalam protes.
"Sebagai Kapolres dan atas nama seluruh jajaran, saya menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya," ujarnya dalam konferensi pers.
Media Singapura the Straits Times menulis, ‘Justice for Affan’: Outrage in Jakarta after delivery rider killed by police vehicle in protest clash."
The Straits Times mengutip perkataan dari sang ibu Affan yang ingin agar pelaku dihukum seadil-adilnya.
View this post on Instagram