Jumat 29 Aug 2025 08:40 WIB

Hari Kelam, Begini Rangkaian Peristiwa yang Berujung Kematian Ojol Affan Kurniawan

Kematian Affan Kurniawan adalah ujung dari rangkaian unjuk rasa sepanjang Kamis.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Fitriyan Zamzami
Anggota kepolisian berusaha membubarkan pengunjuk rasa saat aksi 28 Agustus 2025 di Kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Aksi yang digelar untuk mengkritisi kinerja anggota dewan serta pemberian tunjangan perumahan bagi anggota DPR tersebut berakhir ricuh.
Foto: Republika/Prayogi
Anggota kepolisian berusaha membubarkan pengunjuk rasa saat aksi 28 Agustus 2025 di Kawasan Pejompongan, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Aksi yang digelar untuk mengkritisi kinerja anggota dewan serta pemberian tunjangan perumahan bagi anggota DPR tersebut berakhir ricuh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kematian pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21 tahun) akibat dilindas kendaraan Barracuda Brimob Polri kemarin tak lepas dari rangkaian unjuk rasa sepanjang Kamis (28/8/2025). Begini jalannya hari mematikan tersebut.

Hari itu dimulai dengan penangkapan. Ratusan pelajar sekolah menengah yang berencana mengikuti aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen diringkus aparat kepolisian di berbagai wilayah Jabodetabek.

Baca Juga

Polda Metro Jaya secara total menangkap 276 pelajar. Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, para pelajar itu umumnya terprovokasi ajakan dari media sosial untuk melakukan aksi. 

Di depan Kompleks Parlemen, ribuan buruh mulai melakukan aksi pada pagi hari, menuntut perbaikan kesejahteraan. Para buruh itu hanya menggelar aksi setengah hari setelah merasa menyampaikan aspirasi, dan langsung membubarkan diri dengan tertib. Pantauan Republika di lokasi, aksi yang diikuti oleh ribuan buruh di depan Gedung DPR itu berjalan dengan kondusif. Tidak ada ketegangan berarti selama jalannya aksi sejak sekitar pukul 10.00 WIB itu.

Selesai aksi buruh, massa yang berpakaian serba hitam mulai berdatangan ke Gedung DPR pada Kamis siang. Massa aksi tersebut didominasi mereka-mereka yang mengeklaim mahasiswa. Salah seorang orator dalam aksi itu menyatakan, para mahasiswa menuntut DPR mengevaluasi kinerjanya. Apalagi, beberapa hari terakhir ada anggota wakil rakyat yang berjoget ria di atas kondisi ekonomi yang memberatkan rakyat.

Berdasarkan pantauan Republika, massa aksi mulai berdatangan pada pukul 14.00 WIB. Tanpa ada basa basi, sebagian massa aksi langsung berupaya untuk menaiki pagar Gedung DPR. Massa aksi juga melempari botol dan petasan ke arah Gedung DPR. Beberapa orang terlihat mencoret pagar Kompleks Parlemen itu dengan cat semprot. Mereka juga menyanyikan yel-yel untuk membubarkan DPR.

Kombes Ade Ary Syam Indradi mengatakan, pelaku kericuhan itu bukan dari pihak mahasiswa. Ia menilai, kericuhan itu disebabkan adanya kelompok penyusup dalam aksi yang dilakukan mahasiswa. 

"Ada hal yang sangat disayangkan tadi, di saat saudara-saudara kami, rekan-rekan kami dari salah satu kampus, melakukan penyampaian pendapat di depan gedung DPR RI, ini ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis malam. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement