Rabu 16 Apr 2025 08:48 WIB

Digeruduk Roy Suryo dan dr Tifa, UGM Siap Buka Dokumen Jokowi Selama Kuliah

Tifauzia mengaku, bisa memahami ijazah asli Jokowi memang tidak berada di UGM.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof Wening Udasmoro (pegang mikrofon).
Foto: Antara/Luqman Hakim
Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof Wening Udasmoro (pegang mikrofon).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan siap membuka dokumen akademik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) selama menempuh pendidikan di kampus tersebut jika diminta pengadilan. Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof Wening Udasmoro menyampaikan, pihaknya memiliki seluruh dokumen pendukung yang menunjukkan Jokowi merupakan mahasiswa UGM.

Pun Jokowi juga telah lulus secara resmi. "Joko Widodo itu tercatat dari awal sampai akhir melakukan tridarma perguruan tinggi di Universitas Gadjah Mada, dan kami memiliki bukti-bukti, surat-surat, dokumen-dokumen yang ada di Fakultas Kehutanan," ujar Wening saat konferensi pers di UGM, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (16/4/2025).

Baca Juga

Hal itu disampaikan Wening menyusul kedatangan puluhan orang yang tergabung dalam Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) ke Fakultas Kehutanan UGM, Selasa pagi WIB, untuk meminta klarifikasi soal dugaan ijazah palsu Jokowi. Pimpinan UGM telah menerima tiga orang perwakilan TPAU, yakni Roy Suryo, Tifauzia alias dr Tifa, dan Rismon Hasiholan untuk beraudiensi terkait dengan hal itu.

Menurut Wening, UGM sebagai institusi pendidikan memiliki kewenangan akademik yang jelas dan berbasis pada dokumen resmi. Wening menegaskan, Jokowi tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM yang lulus pada 5 November 1985.

UGM, kata Wening, mempersilakan pihak-pihak yang meragukan keabsahan ijazah Jokowi untuk menempuh jalur hukum. Apabila perkara itu bergulir ke pengadilan, menurut dia, UGM siap hadir dan menunjukkan dokumen secara terbuka.

"Kami mempersilakan, apabila nanti kemudian ada proses pengadilan atau apa pun, UGM siap. Misalnya, sebagai saksi, kami siap. Kami dasarnya adalah dokumen yang ada," ucap Wening.

Dalam pertemuan dengan perwakilan TPUA, pihaknya telah menunjukkan langsung dokumen akademik milik Jokowi, termasuk skripsi asli yang tersimpan di perpustakaan fakultas, serta foto saat wisuda. Beberapa teman satu angkatan Jokowi pun turut hadir dan membawa skripsi mereka masing-masing sebagai pembanding. "Yang hadir tadi ada 11 orang teman satu angkatan Pak Jokowi. Mereka datang atas inisiatif sendiri," kata Wening.

Terkait dengan permintaan TPUA agar UGM menunjukkan semua dokumen secara terbuka, Wening menegaskan bahwa tidak semua orang berhak mengakses data pribadi mahasiswa atau alumni. "Kalau ada keinginan agar data kami dibuka secara telanjang, kami harus tahu siapa yang berhak," tutur Wening.

Dia lantas berkata, "Tidak semua orang bisa datang dan minta dokumen. Kalau nanti ada proses hukum, UGM siap hadir sebagai saksi dan menunjukkan semuanya."

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement