REPUBLIKA.CO.ID, PYONGYANG -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau aktivitas pelatihan unit operasi khusus militer Korut dan menegaskan pentingnya kapabilitas mereka dalam membina militer yang kuat, demikian menurut media setempat, Sabtu (5/4/2025).
Kunjungan Kim ke pusat pelatihan unit khusus pada Jumat (4/4/2025) tersebut dilakukan pada hari yang sama ketika Mahkamah Konstitusi Korea Selatan mengesahkan pemakzulan Yoon Suk-yeol dari jabatan kepresidenannya.
Menurut laporan Korean Central News Agency (KCNA), Kim menyaksikan latihan taktis umum dan lomba tembak dengan senjata ringan yang dilakukan oleh unit operasi khusus tersebut. "Kapabilitas perang aktual yang dapat menjamin kemenangan di medan perang diperkuat melalui latihan intensif dan hal itu merupakan ekspresi patriotisme dan kesetiaan yang paling jelas kepada negara ini," ucap Kim, sebagaimana dikutip KCNA.
Dilansir laman Yonhap, pemimpin Korut itu menyoroti pentingnya "penguatan unit operasi khusus sebagai komponen besar dalam strategis pembinaan militer", menurut laporan KCNA. KCNA mewartakan bahwa Kim juga memberikan tugas-tugas "krusial" dalam memastikan kapabilitas unit operasi khusus dengan dasar yang "sangat maju", meski tidak memberi rincian lebih lanjut.
Tanpa menyebut nama, KCNA melaporkan bahwa wakil menteri pertahanan pertama Korut adalah salah satu dari sejumlah perwira tinggi militer yang menyambut Kim dalam kunjungan tersebut.
Foto-foto yang diterbitkan KCNA menunjukkan bahwa mantan menteri pertahanan Kang Sung-nam merupakan perwira yang mengenakan tanda pengenal wakil menteri tersebut.