REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit menegaskan serangan yang dilancarkan Israel di wilayah-wilayah Palestina yang diduduki, Lebanon, dan Suriah telah memasuki babak baru yang benar-benar gegabah. Israel, kata dia, sengaja melanggar kesepakatan, menginvasi negara-negara, dan membunuh lebih banyak warga sipil.
Melalui sebuah pernyataan pada Jumat, Aboul Gheit memperingatkan dampak dari kelambanan global terhadap ketidakpatuhan Israel yang terang-terangan terhadap norma-norma hukum internasional.
"Tampaknya mesin perang Israel tidak mau berhenti selagi para pemimpin penjajah bersikeras menghadapi krisis internal mereka dengan mengekspornya ke luar negeri, dan situasi ini menjadi jelas bagi semua orang," katanya.
Ia menggambarkan terjadinya kembali pembunuhan di Lebanon sebagai pelanggaran perjanjian gencatan senjata yang tidak dapat diterima dan terkutuk. Ia menyebut ini membahayakan stabilitas kawasan Timur Tengah dan berisiko menciptakan eskalasi yang tak terbendung.
Aboul Gheit menegaskan, tindakan Israel itu bertujuan untuk mengacaukan Suriah dan Lebanon melalui provokasi militer yang tidak bertanggung jawab, yang didorong melalui agenda domestik dengan mengorbankan nyawa warga sipil dan perdamaian kawasan Timur Tengah.