REPUBLIKA.CO.ID, JALUR GAZA -- Beberapa dari 15 jenazah paramedis dan petugas penyelamat Palestina, yang dibunuh oleh pasukan Israel dan dikuburkan di kuburan massal sembilan hari lalu di Gaza, ditemukan dengan tangan atau kaki terikat dan mengalami luka tembak di kepala dan dada. Demikian menurut laporkan dua saksi mata.
Keterangan saksi menambah bukti kejahatan perang serius yang dilakukan Israel pada 23 Maret. Ketika itu kru ambulans Bulan Sabit Merah Palestina dan petugas penyelamat pertahanan sipil dikirim ke lokasi serangan udara pada dini hari di distrik al-Hashashin di Rafah, kota paling selatan di Gaza.
Tim kemanusiaan internasional baru diizinkan masuk ke lokasi tersebut akhir pekan ini. Satu jenazah ditemukan pada Sabtu. Empat belas jenazah lainnya ditemukan di kuburan berpasir di lokasi tersebut pada Ahad dan dibawa kembali untuk diautopsi di kota terdekat Khan Younis.
Dr Ahmed al-Farra, seorang dokter senior di kompleks medis Nasser di Khan Younis, menyaksikan kedatangan beberapa jenazah.
"Saya melihat tiga mayat saat mereka dipindahkan ke rumah sakit Nasser. Ada peluru di dada dan kepala mereka. Mereka dieksekusi. Tangan mereka diikat,'' kata Farra.
"Mereka mengikat mereka sehingga mereka tidak bisa bergerak dan kemudian membunuh mereka."
Ia memberikan foto-foto yang katanya diambilnya dari salah satu korban tewas saat tiba di rumah sakit. Foto-foto tersebut memperlihatkan tangan di ujung kemeja hitam lengan panjang dengan tali hitam yang diikatkan di pergelangan tangan.
Saksi lain, seorang pejabat dari badan bantuan internasional yang ikut serta dalam evakuasi jenazah dari Rafah pada Ahad, juga mengatakan mereka melihat bukti bahwa salah satu korban tewas ditembak setelah ditahan.
“Saya melihat mayat-mayat itu dengan mata kepala saya sendiri ketika kami menemukannya di kuburan massal,” ujar saksi yang tidak ingin namanya disebutkan demi keselamatannya sendiri itu mengatakan kepada Guardian dalam sebuah wawancara telepon.
“Mereka menunjukkan tanda-tanda beberapa tembakan di dada. Salah satu dari mereka kakinya diikat. Yang lain ditembak di kepala. Mereka dieksekusi.”
Laporan tersebut memperkuat tuduhan yang dibuat oleh pejabat senior Bulan Sabit Merah Palestina, Pertahanan Sipil Palestina, dan Kementerian Kesehatan Gaza bahwa beberapa korban ditembak setelah ditahan dan diborgol oleh pasukan Israel.
View this post on Instagram