REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Perdana Menteri Anthony Albanese menilai kenaikan tarif 10 persen Donald Trump terhadap sekutu dekatnya Australia bukanlah tindakan seorang teman. Demikian disampaikan Perdana Menteri Anthony Albanese pada Kamis.
Namun menambahkan bahwa Australia tidak akan membalas dengan pungutannya sendiri. "Ini bukan tindakan seorang teman," kata Albanese dalam konferensi pers setelah pengumuman tarif Trump
Albanes mengatakan satu dari empat pekerjaan Australia bergantung pada perdagangan. Pemimpin Australia berhaluan kiri-tengah, yang menghadapi pemilihan umum yang ketat pada tanggal 3 Mei, mengatakan Australia tidak mengenakan biaya apa pun atas impor AS dan seharusnya tidak dikenakan tarif AS.
"Tarif ini tidak terduga, tetapi saya tegaskan, tarif ini sama sekali tidak beralasan," katanya.
Amerika Serikat telah menjadi sekutu militer terkuat Australia sejak Perang Dunia II, dan kedua negara telah bergabung dengan Inggris dalam kesepakatan untuk menyediakan kapal selam bertenaga nuklir siluman bagi angkatan laut Australia.
Namun, kata Albanes, langkah-langkah baru Trump tersebut dapat mengubah cara orang Australia memandang hubungan dengan AS.
"Rakyat Australia memiliki hak penuh untuk memandang tindakan pemerintahan Trump ini sebagai tindakan yang merusak hubungan perdagangan bebas dan adil serta bertentangan dengan nilai-nilai bersama yang selalu menjadi inti dari persahabatan kedua negara kita yang telah lama terjalin," katanya.
View this post on Instagram