Rabu 02 Apr 2025 06:45 WIB

UNRWA Kecam Pembunuhan Sadis Israel Terhadap Pekerja Kemanusiaan di Gaza

Jumlah pekerja kemanusiaan yang meninggal di Gaza mencapai 408 orang.

Petugas Bulan sabit Merah Palestina saling menenangkan selepas penemuan jenazah rekan mereka yang dibunuh Israel, Ahad (31/3/2025).
Foto: PCRS/X
Petugas Bulan sabit Merah Palestina saling menenangkan selepas penemuan jenazah rekan mereka yang dibunuh Israel, Ahad (31/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Komisioner Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini menyampaikan kesedihan atas wafatnya dua staf tambahan UNRWA serta delapan pekerja kemanusiaan dan petugas tanggap darurat dari Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS).

"Dengan ini, jumlah pekerja kemanusiaan yang meninggal sejak perang dimulai satu setengah tahun lalu telah mencapai 408 orang, termasuk lebih dari 280 staf UNRWA," ujar Lazzarini dalam sebuah unggahan di X.

Baca Juga

Ia mengungkapkan bahwa jenazah salah satu staf UNRWA yang terbunuh di Rafah ditemukan kemarin, bersama dengan para pekerja kemanusiaan PRCS. Semua korban ditemukan dalam kuburan dangkal. "Sebuah pelanggaran berat terhadap martabat kemanusiaan," katanya.

Lazzarini menekankan perlunya perlindungan bagi warga sipil, dengan menyatakan, "Baik di garis depan maupun di rumah bersama keluarga mereka, warga sipil harus dilindungi setiap saat."

Ia juga memperingatkan bahwa pembunuhan sistematis terhadap pekerja kemanusiaan di Gaza semakin menjadi hal yang biasa terjadi. "Ini tidak boleh menjadi norma baru. Harus ada akuntabilitas. Hukum humaniter internasional berlaku bagi semua pihak, tanpa pengecualian," tegasnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh UNRWA (@unrwa)

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement