Rabu 02 Apr 2025 10:10 WIB

Zionis Bunuh 15 Petugas Paramedis, AS Malah Bela Israel, Salahkan Hamas

AS menuding Hamas yang menempatkan pekerjaan kemanusiaan di garis tembak.

Petugas Bulan sabit Merah Palestina saling menenangkan selepas penemuan jenazah rekan mereka yang dibunuh Israel, Ahad (31/3/2025).
Foto: PCRS/X
Petugas Bulan sabit Merah Palestina saling menenangkan selepas penemuan jenazah rekan mereka yang dibunuh Israel, Ahad (31/3/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Amerika Serikat lagi-lagi membela Isael atas pembunuhan 15 petugas paramedis Palestina dan staf PBB. Alih-alih menghukum Zionis, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce langsung menyalahkan Hamas. 

"Saya dapat memberi tahu Anda bahwa Hamas telah menyalahgunakan infrastruktur sipil terlalu lama, dengan sinis menggunakannya untuk melindungi dirinya sendiri. Tindakan Hamas telah menempatkan pekerja kemanusiaan di garis tembak," katanya. 

Baca Juga

Ketika dicecar kembali jurnalis, apakah Amerika Serikat akan menilai situasi tersebut mengingat kemungkinan pasukan Israel menggunakan senjata Amerika, Bruce berkata, "Semua yang terjadi di Gaza adalah karena Hamas. Setiap dinamika."

Bruce juga enggan mengomentari terkait kemungkinan senjata AS digunakan dalam eksekusi tersebut. 

Menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina, setiap jenazah yang ditemukan terkena sekitar 20 peluru. Beberapa korban dibunuh dengan cara dieksekusi. 

"Pasukan pendudukan Israel mengeksekusi tim pertahanan sipil dengan cara yang brutal," kata juru bicara Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina Mahmoud Basal.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement