REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sundulan Harry Maguire membawa Manchester United (MU), yang bermain dengan 10 orang, meraih kemenangan 3-2 atas Ipswich Town di Old Trafford pada Kamis (27/2/2025). Kemenangan penting ini membawa tim asuhan Ruben Amorim menjauh dari zona degradasi Liga Primer Inggris.
Amorim telah mengalami masa-masa sulit sejak bergabung dengan MU pada bulan November, terutama di kandang. Ia merasakan lebih banyak rasa sakit di Old Trafford sejak itu. Tanda-tanda buruk muncul setelah Jaden Philogene mencetak gol pembuka pada awal pertandingan.
Namun, MU merespons dengan baik dan membalikkan keadaan saat gol bunuh diri dari kapten Ipswich, Sam Morsy, dan gol dari jarak dekat dari Matthijs de Ligt membawa tuan rumah unggul setelah 26 menit.
Pertandingan kembali berubah ketika pemain bertahan United, Patrick Dorgu, diusir dari lapangan dua menit sebelum jeda karena menerjang Omari Hutchinson pada menit-menit akhir. Dengan 10 pemain, MU kebobolan lagi, dengan Philogene kembali menjadi pencetak gol bagi Ipswich.
Beruntung ada Maguire yang menjadi pahlawan. Dua menit babak kedua berjalan, ia mencetak gol untuk membantu Setan Merah meraih kemenangan. MU naik ke peringkat 14 klasemen, unggul 16 poin dari Ipswich yang berada di posisi ke-18.
“Tentu saja kami harus bertahan, tetapi sangat sulit bagi saya untuk bermain seperti yang kami lakukan di babak kedua,” kata Amorim.
Ia merasa para pemain MU lebih nyaman bermain di blok rendah. “Saya pikir kami meningkatkan cara kami bertahan dan juga menyerang, bola mati. Itu mengubah permainan,” ujarnya.
Amorim sangat menyadari bahwa di kandanglah United membutuhkan peningkatan hasil terbesar. Ia secara terbuka mengakui para pemainnya lebih merasakan tekanan di kandang sendiri.
Menjelang pertandingan melawan Ipswich, hampir 30 tahun setelah kekalahan telak 9-0 United dari lawan yang sama, tuan rumah telah menelan lima kekalahan dari tujuh laga kandang sebelumnya di liga.
United berjuang keras di menit-menit akhir dan peluit akhir pertandingan disambut oleh desahan lega dari para pendukung tuan rumah. Kemenangan kandang pertama dalam empat pertandingan yang seharusnya memastikan mereka tidak akan terseret ke zona degradasi.
“Tidak diragukan lagi, ini adalah kesempatan besar yang terlewatkan,” ujar pelatih Ipswich, Kieran McKenna. “Kami sangat kesal dengan gol-gol yang buat gawang kami kemasukan. Mereka lebih kuat dari kami di kedua ujung lapangan.”