Senin 15 Jul 2024 05:37 WIB

Israel Terus Bom Sekolah Penuh Pengungsi di Gaza

Ini kelima kali Israel serang sekolahan dalam dua pekan belakangan.

Seorang pria Palestina membawa seorang anak yang terluka setelah serangan terhadap sekolah PBB yang menampung para pengungsi, Ahad (14/7/2024).
Foto: Ramadan Abed/Reuters]
Seorang pria Palestina membawa seorang anak yang terluka setelah serangan terhadap sekolah PBB yang menampung para pengungsi, Ahad (14/7/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA  – Kebiadaban pasukan penjajah Israel (IDF) seperti tak ada habisnya. Mereka terus melakukan pembantaian dengan mengebom sekolah-sekolah yang dipakai warga Gaza mengungsi. Dalam pengeboman terkini, sedikitnya 17 syahid, kebanyakan anak-anak dan perempuan.

Kantor berita WAFA melansir, pada Ahad 17 warga Palestina syahid dan puluhan lainnya luka-luka, dalam pemboman Israel terhadap sebuah sekolah yang menampung pengungsi di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah.

Baca Juga

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa pesawat-pesawat tempur pendudukan membom Sekolah Abu Oreiban, yang berafiliasi dengan Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Sekolah itu menampung sejumlah besar pengungsi di kamp Nuseirat.

Ini adalah yang kesekian kalinya sekolah penuh pengungsi dibom Israel. Sebelumnya, Puluhan warga Palestina syahid dalam serangan Israel yang menghantam sebuah sekolah yang menampung keluarga-keluarga di kota Khan Younis, Gaza selatan pada Selasa malam pekan lalu. 

Aljazirah mengutip sumber medis lokal mengatakan jet tempur Israel menargetkan pintu masuk sekolah al-Awda di kota Abasan al-Kabira, sebelah timur Khan Younis. Beberapa orang lainnya juga terluka. Kantor Media Pemerintah Gaza mengatakan setidaknya 29 warga Palestina syahid dalam serangan itu, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Pada Sabtu, serangan Israel menghantam sekolah al-Jawni yang dikelola PBB di Nuseirat, Gaza tengah, menewaskan 16 orang, menurut kementerian kesehatan wilayah tersebut. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina, UNRWA, mengatakan ada 2.000 orang yang berlindung di sana saat itu. 

Keesokan harinya, serangan terhadap sekolah Keluarga Kudus yang dikelola gereja di Kota Gaza menewaskan empat orang, menurut badan pertahanan sipil. Patriarkat Latin, pemilik sekolah tersebut, mengatakan ratusan orang memadati halaman tersebut.

Sekolah lain yang dikelola UNRWA di Nuseirat juga diserang pada Senin, dan rumah sakit setempat mengatakan beberapa orang telah dibawa untuk mendapatkan perawatan. Menurut UNRWA, lebih dari 500 orang telah syahid di sekolah-sekolah dan tempat penampungan lain yang dikelolanya di Gaza sejak perang dimulai pada 7 Oktober.

WAFA juga melansir, semalam sejumlah warga sipil syahid dan lainnya terluka ketika pasukan Israel melakukan serangan udara di beberapa wilayah di Jalur Gaza. Pesawat tak berawak Israel menargetkan warga sipil di daerah Bir Abu Salah di kota Zawaida, Gaza tengah, yang mengakibatkan terbunuhnya satu warga sipil dan cedera pada lainnya.

Selain itu, satu warga sipil syahid dan beberapa lainnya terluka menyusul pemboman Israel di wilayah Mashrua di timur kota Rafah di Jalur Gaza selatan. Pesawat Israel juga menargetkan rumah warga sipil di utara Kamp Nuseirat, yang mengakibatkan korban jiwa dan cedera.

Selanjutnya, pesawat tempur Israel mengebom sebuah rumah di kota Bani Suhaila di sebelah timur Khan Younis, di selatan Jalur Gaza. Pada saat yang sama, sebuah pesawat tak berawak menembakkan peluru tajam ke arah warga sipil di sebelah timur lingkungan Zaytoun di Kota Gaza.

Agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza sejak Oktober 2023 sejauh ini telah mengakibatkan 38.584 korban jiwa warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta 88.881 orang luka-luka, dan ribuan orang masih terjebak di bawah reruntuhan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement