Ahad 19 May 2024 18:15 WIB

Sebelum Terjatuh, Pesawat Tecnam P2006T Sempat Kirim Info Mayday

Tiga orang meninggal akibat pesawat terjatuh di BSD.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Agus raharjo
Sebuah Pesawat Ringan/Ultralight mengalami kecelakaan udara di Kawasan Lapangan Sunbirst BSD, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu, sekitar 14.09 WIB.
Foto: Antara
Sebuah Pesawat Ringan/Ultralight mengalami kecelakaan udara di Kawasan Lapangan Sunbirst BSD, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, pada Minggu, sekitar 14.09 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Pesawat Tecnam P2006T dengan nomor registrasi PK-IFP milik Indonesia Flying Club dilaporkan mengalami kecelakaan pada Ahad (19/5/2024). Pesawat yang dinaiki oleh tiga orang itu terjatuh di kawasan BSD, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso mengatakan, kondisi cuaca di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) sedang hujan lebat saat pesawat terjatuh. Namun, ia belum bisa menyimpulkan keterkaitan kondisi cuaca dengan kecelakaan pesawat tersebut.

Baca Juga

"Kami tidak bisa menyampaikan seperti itu (hujan lebat menyebabkan kecelakaan), tapi saat kejadian hujan lebat pada 14.00 WIB," kata Kapolres Ibnu Bagus, Ahad sore.

Menurut Ibnu, berdasarkan informasi awal, pesawat tersebut terbang dari Pondok Cabe ke Tanjung Lesung. Setelah dari Tanjung Lesung, pesawat tersebut hendak kembali ke Pondok Cabe. Namun, belum sampai ke Pondok Cabe, pesawat itu mengalami kecelakaan. 

"Informasinya mau ke Tanjung Lesung, mau kembali ke Pondok Cabe, terus ada informasi minta tolong mayday. Habis itu hilang kontak," ujar dia.

Ibnu mengaku belum bisa memastikan penyebab pesawat itu mengalami kecelakaan. Menurut dia, tim dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan proses identifikasi di lapangan. 

"Waktu kejadian, untuk masalah ada ledakam, kami tak bisa sampaikan. Nanti setelah KNKT melaksanakan identifikasi, kami sampaikan lebih lanjut," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement