Rabu 01 May 2024 15:12 WIB

Gunung Ruang Semburkan Abu Vulkanik, Bandara Samrat Perpanjang Penutupan Sampai Besok

Pesawat bisa mati mesin jika terpapar abu vulkanik Gunung Ruang.

Kepulan abu vulkanik Gunung Ruang terlihat saat letusan dari pulau Tagulandang, Indonesia, Rabu (1/5/2024). Gunung Ruang meletus untuk kedua kalinya dalam dua minggu, memuntahkan abu vulkanik setinggi hampir 2 kilometer ke langit. Akibat erupsi ini, bandara ditutup dan penduduk disekitar Gunung Ruang dievakuasi.
Foto: AP Photo/ Hendra Ambalao
Kepulan abu vulkanik Gunung Ruang terlihat saat letusan dari pulau Tagulandang, Indonesia, Rabu (1/5/2024). Gunung Ruang meletus untuk kedua kalinya dalam dua minggu, memuntahkan abu vulkanik setinggi hampir 2 kilometer ke langit. Akibat erupsi ini, bandara ditutup dan penduduk disekitar Gunung Ruang dievakuasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- General Manager (GM) Bandara Sam Ratulangi (Samrat), Maya Damayanti, mengumumkan, penutupan Bandara Samrat diperpanjang hingga Kamis (2/5/2024) siang. Kebijakan itu diambil menyusul aktivitas erupsi Gunung Ruang.

"NOTAM Bandara Sam Ratulangi Manado tutup sampai tanggal 02 Mei 2024, pukul 12.00 WITA, dikarenakan abu vulkanik Gunung Ruang," kata Maya di Manado, Rabu (1/5/2024).

Baca Juga

Penutupan Bandara Sam Ratulangi Manado (WAMM) dengan nomor NOTAM A1148/24 NOTAMR A1144/24 diperpanjang sejak 30 April pukul 11.13 WITA sampai 2 Mei 2024 pukul 12.00 WITA. Maya mengatakan semburan abu vulkanik masih cukup banyak dan akan sangat berbahaya bagi penerbangan.

"Kami tidak akan mengambil risiko, sehingga penutupan bandara harus diperpanjang," katanya.

photo
Kepulan abu vulkanik Gunung Ruang terlihat saat letusan dari pulau Tagulandang, Indonesia, Rabu (1/5/2024). Gunung Ruang meletus untuk kedua kalinya dalam dua pekan, memuntahkan abu vulkanik setinggi hampir 2 kilometer ke langit. Akibat erupsi ini, bandara ditutup dan penduduk disekitar Gunung Ruang dievakuasi. - (PVMBG via AP Photo)

Maya menjelaskan setiap jam pihaknya melakukan pemantauan lewat paper test. Cara ini dapat mengungkap apakah masih ada abu vulkanik di seputaran Bandara Samrat atau tidak.

"Masyarakat harus tahu, abu vulkanik akan sangat berbahaya bagi mesin pesawat dan perangkat lainnya," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement