Senin 29 Apr 2024 12:23 WIB

267 Rumah Rusak Terdampak Gempa di Garut

Gempa bumi yang terjadi pada Sabtu malam itu juga merusak fasilitas publik.

Seorang anak melintasi puing bangunan yang roboh akibat terdampak gempa di Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahad (28/4/2024). Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 19 rumah dan empat fasilitas umum di 12 kecamatan mengalami kerusakan akibat terdampak gempa bumi magnitudo 6.5 di Barat Daya Garut.
Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Seorang anak melintasi puing bangunan yang roboh akibat terdampak gempa di Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Ahad (28/4/2024). Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 19 rumah dan empat fasilitas umum di 12 kecamatan mengalami kerusakan akibat terdampak gempa bumi magnitudo 6.5 di Barat Daya Garut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 267 rumah warga mengalami kerusakan usai gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang melanda wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Sabtu (27/4/2024) malam.

“Hingga hari ini, Senin (29/4/2024), pukul 04.00 WIB, total rumah terdampak berjumlah 267 unit,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan yang diterima di Bandung, Senin.

Baca Juga

Abdul mengungkapkan hingga saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari kabupaten/kota masih melakukan identifikasi tingkat kerusakan maupun pendataan dampak lain pascagempa.

Adapun rincian berdasarkan tingkat kerusakannya, delapan rumah rusak berat, 56 rumah rusak sedang, 191  rumah rusak ringan, 12 rumah terdampak.

Dari jumlah tersebut, kerusakan paling banyak terjadi di Kabupaten Bandung sebanyak 51 rumah, Kabupaten Ciamis 46 rumah, Kabupaten Garut 42 rumah, Kabupaten Sukabumi 17 rumah, Kabupaten Tasikmalaya 21 rumah, dan Kota Tasikmalaya sebanyak 24 rumah.

“Pada rumah terdampak, BNPB masih menunggu informasi dari BPBD yang masih menentukan tingkat kerusakannya,” kata dia.

Setelah upaya tersebut rampung, BPBD Jawa Barat bersama kabupaten dan kota, lanjut dia, akan segera melakukan perbaikan fasilitas umum, pembersihan materiil dampak dari gempa, serta perbaikan rumah warga.

Selain tempat tinggal atau rumah, gempa bumi yang terjadi pada Sabtu malam itu juga merusak fasilitas publik, seperti tempat ibadah, sekolah, perkantoran, dan sarana kesehatan atau rumah sakit.

BPBD mencatat jumlah korban luka-luka sejumlah 11 orang. Mereka yang luka-luka teridentifikasi di Kabupaten Garut enam orang, Bandung tiga, dan Ciamis dua orang.

“Hingga kini tidak ada laporan adanya korban jiwa dampak gempa magnitudo 6,2 tersebut,” katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement