REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa mengikuti program internasional melalui “EduTrip Program Batch 3” dengan destinasi Singapura dan Malaysia.
Program ini dijadwalkan berlangsung pada 2-5 November 2026 mendatang dan menjadi salah satu kegiatan unggulan yang menggabungkan pengalaman akademik, budaya, serta networking internasional.
Peserta akan mengikuti berbagai agenda menarik, mulai dari Singapore City Tour, kunjungan ke Singapore Management University (SMU), visit campus ke Universiti Kuala Lumpur (UniKL), hingga menikmati suasana Kuala Lumpur melalui KL City Tour.
Selain menjadi ajang pembelajaran di luar negeri, program ini dirancang untuk memperluas wawasan global mahasiswa dan memberikan pengalaman belajar lintas budaya.
EduTrip UBSI menghadirkan konsep short-term overseas academic and cultural immersion yang memberikan kesempatan kepada peserta mengenal sistem pendidikan internasional, praktik akademik dan industri di luar negeri, serta membangun relasi global.
Koordinator EduTrip Program UBSI, Cicih Nuraeni mengatakan, tujuan kegiatan ini meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, memperluas perspektif internasional, hingga mengembangkan kompetensi kepemimpinan global peserta.
Selain kunjungan kampus, jelas dia, peserta mendapatkan berbagai fasilitas seperti tiket pesawat pulang pergi, hotel, transportasi, sertifikat internasional, campus tour, company tour, hingga pendamping profesional selama kegiatan berlangsung. Program ini bukan sekadar perjalanan luar negeri, tetapi menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan diri bagi mahasiswa.
“EduTrip ini kami hadirkan untuk memberikan pengalaman belajar internasional secara langsung kepada mahasiswa,’’ ujar Cicih dalam keterangan, Kamis (28/5/2026).
Ia menuturkan, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik melalui kunjungan kampus, tetapi juga belajar memahami budaya baru, memperluas relasi internasional, serta meningkatkan rasa percaya diri untuk bersaing di era global.
Cicih berharap, program ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan wawasan dan kemampuan diri di tingkat internasional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa memiliki pandangan lebih luas terhadap dunia pendidikan dan industri global. Harapannya, pengalaman yang didapat selama EduTrip menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” tutupnya.