Senin 08 Apr 2024 12:41 WIB

Korlantas Perpanjang Penerapan One Way Tol Cipali-Kalikangkung Hingga Hari Ini

Berdasarkan data, tidak ada puncak arus mudik.

Rep: Ali Mansur/ Red: Agus raharjo
Sejumlah pemudik mengurangi laju kendaraannya saat melintasi jalan tol Palimanan-Kanci (Palikanci) KM 192, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (7/4/2024). Pada H-3 Lebaran, arus mudik di tol Palikanci dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah terpantau padat. Tampak puluhan ribu kendaraan berada di dua jalur menuju arah Jawa Tengah seiring dengan pemberlakukan one way. Meski tampak padat, namun arus mudik di tol trans Jawa  cenderung lancar.
Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah pemudik mengurangi laju kendaraannya saat melintasi jalan tol Palimanan-Kanci (Palikanci) KM 192, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (7/4/2024). Pada H-3 Lebaran, arus mudik di tol Palikanci dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah terpantau padat. Tampak puluhan ribu kendaraan berada di dua jalur menuju arah Jawa Tengah seiring dengan pemberlakukan one way. Meski tampak padat, namun arus mudik di tol trans Jawa cenderung lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperpanjang rekayasa lalu lintas satu arah (one way) dari KM 72 Tol Cipali hingga KM 414 Tol Kalikangkung sampai dengan Senin, (8/4/2024) pukul 24.00 WIB nanti. Awalnya sistem rekayasa one way per hari ini, tapi urung dilakukan karena ada peningkatan kendaraan pemudik yang signifikan dalam tiga jam berturut-turut.

"Pukul 23.00 (Ahad) kami tadi melaksanakan penghitungan sama teman-teman dari Jasa Marga terutama dari tujuh traffic counting (catatan lalu lintas). Tepatnya mulai dari kilometer 73 sampai ke 71," ujar Kakorlantas dalam keterangannya, Senin (8/4/2024).

Baca Juga

Menurut Aan, data harian kendaraan yang menuju ke arah timur masih berkisar di angka 130 hingga 135 ribu. Sehingga, masih terlihat peningkatan meskipun stagnan. Dia berharap berdasarkan data-data yang ada tidak ada puncak arus mudik.

Hal ini bisa terjadi karena sudah tersebar di hari-hari sebelumnya. Kata dia, salah satu indikator data kendaraan yang flat melintasi jalur Trans Jawa karena penerapan sistem ganjil genap (Gage). 

“(Sistem One Way) Jadi salah satu yang mungkin mengakibatkan ini flat karena masyarakat banyak mengikuti sesuai dengan jadwal gage-nya. Kalau data kita sih kemarin hari Jumat ada 600 sekian,” tegas Aan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement