Rabu 27 Mar 2024 23:31 WIB

Kelakar Prabowo: Kalau Ingin Jadi Presiden, Harus Tidur di Paviliun 5A

Prabowo mengucapkan terima kasih ke SBY yang turun gunung saat Pilpres.

Rep: Febryan A/ Red: Teguh Firmansyah
Presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara silahturahmi dan buka puasa bersama dengan Kader Partai Demokrat di Jakarta, Rabu (27/4/2024). Acara silahturahmi ini sekaligus menegaskan Partai Demokrat akan ikut bersama-sama membangun pemerintahan ke depan dan menyukseskan kabinet Prabowo-Gibran.
Foto: Republika/Prayogi
Presiden terpilih periode 2024-2029 Prabowo Subianto memberikan sambutan dalam acara silahturahmi dan buka puasa bersama dengan Kader Partai Demokrat di Jakarta, Rabu (27/4/2024). Acara silahturahmi ini sekaligus menegaskan Partai Demokrat akan ikut bersama-sama membangun pemerintahan ke depan dan menyukseskan kabinet Prabowo-Gibran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Capres pemenang Pilpres 2024, Prabowo Subianto berkelakar bahwa orang yang mau jadi presiden harus pernah tidur di Paviliun 5A Akademi Militer seperti dirinya dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia menyebut, ada satu lagi alumni Paviliun 5A yang sudah memperlihatkan tanda-tanda bakal menjadi presiden RI masa depan.

Hal itu Prabowo sampaikan saat berpidato dalam acara buka puasa bersama pimpinan Partai Demokrat di Hotel St. Regis, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2024) malam.

Baca Juga

Prabowo awalnya memuji SBY dengan menyebut Presiden RI ke-6 itu sebagai prajurit Pancasila, prajurit yang cinta demokrasi, prajurit yang cinta rakyat, dan telah berbakti memimpin Indonesia selama 10 tahun. Prabowo mendaku bahwa dirinya sama dengan SBY.

Selain kesamaan sikap, Prabowo mengaku juga satu angkatan dengan SBY di AKABRI atau Akademi Militer. "Awalnya (saya dan SBY) satu angkatan. Beliau waktu itu selalu yang terbaik, taruna terbaik, perwira terbaik, (sedangkan) saya nakal, agak nakal," ujarnya sembari tertawa.

SBY memang satu angkatan dengan Prabowo, sebagaimana kerap diakui oleh mereka berdua. Hanya saja, SBY lulus lebih dulu, yakni tahun 1973. Adapun Prabowo baru lulus tahun 1974.

Prabowo melanjutkan, meski beda tahun kelulusan, dirinya dan SBY menempati paviliun yang sama di Akmil Magelang, yakni Paviliun 5A. Menurutnya, Paviliun 5A "ada muruahnya" sehingga ia dan SBY sama-sama berhasil menjadi presiden

"Jadi yang pingin jadi presiden harus berusaha untuk tidur di Paviliun 5A," ujar sosok yang hampir pasti bakal menjadi Presiden RI ke-8 mulai Oktober 2024 itu sembari tertawa.

SBY lantas menyebut di lokasi acara buka bersama itu ada satu orang lagi yang merupakan alumni Paviliun 5A, yakni Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Putra sulung SBY itu lulusan terbaik Akmil tahun 2000. Menurut Prabowo, AHY sudah menunjukkan gelagat bakal menjadi presiden RI pada masa mendatang.

"Di ruangan ini ada orang ketiga yang pernah di Paviliun 5A, Mas Agus Harimurti Yudhoyono. Saya bukan profesi peramal, tapi ya gelagat-gelagatnya seperti itulah kira-kira," ujar mantan Danjen Kopassus TNI AD itu.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh kader Partai Demokrat yang telah mendukungnya dan bekerja keras memenangkan dirinya dalam Pilpres 2024. Ia sangat berterima kasih kepada SBY yang merupakan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat.

"Pak SBY turun gunung, Pak SBY langsung berkampanye untuk saya, terutama pak SBY memberi dorongan moril yang sangat besar kepada diri saya, memberi kepercayaan beliau atas perjuangan saya," kata Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Bahkan, lanjut Prabowo, SBY sampai berjalan kaki untuk menghadiri kampanye akbar Prabowo-Gibran di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Februari lalu. "Padahal (beliau) hadir pun saya sebetulnya tidak berharap, (ternyata) beliau hadir sebagai presiden RI ke-6. Beliau menunjukkan dukungan beliau secara fisik," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement