Selasa 19 Mar 2024 16:46 WIB

Warga Indonesia Diajak Matikan Lampu Selama Satu Jam pada 23 Maret Malam

Gerakan mematikan lampu ini memiliki dampak yang kuar biasa untuk alam.

Salah satu sudut SCBD yang mematikan lampu saat Earth Hour 2021.
Foto: Dok. Agp
Salah satu sudut SCBD yang mematikan lampu saat Earth Hour 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi nirlaba internasional, World Wide Fund for Nature (WWF) mengajak masyarakat dunia untuk melakukan Earth Hour atau Jam Bumi, dengan mematikan lampu selama 60 menit mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat pada 23 Maret 2024 mendatang.

Gerakan lingkungan akar rumput terbesar di dunia ini kembali dilakukan untuk ke-18 kalinya dengan mengusung tema "Momen Terbesar untuk Bumi" guna mendukung dan merayakan pentingnya Bumi.

Baca Juga

"Lebih banyak orang yang perlu bergabung dalam Earth Hour tahun ini untuk memanfaatkan kekuatan kolektif individu dan komunitas," kata Direktur Jenderal WWF Internasional Kirsten Schuijt, dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa (19/3/2024). 

Kirsten mengatakan, keterlibatan manusia dalam menyelamatkan bumi penting dilakukan, jika ingin meningkatkan kesadaran mengenai tantangan lingkungan hidup dan membengkokkan kurva hilangnya keanekaragaman hayati pada tahun 2030 mendatang.

Untuk benar-benar menyatukan jutaan orang di seluruh dunia, kata dia, penting bagi Earth Hour untuk memperluas jangkauannya melampaui jumlah pendukung yang sudah sangat besar dan melibatkan individu-individu yang belum terlibat.

"Melindungi planet kita adalah tanggung jawab bersama dan memerlukan tindakan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat," ujarnya.

Pada tahun 2023 lebih dari 410.000 jam telah diberikan kepada bumi oleh para pendukung di 190 negara dan wilayah, yang mewakili 90 persen penduduk bumi.

Sejak pertama kali dilakukan pada tahun 2009 di Indonesia, Earth Hour dikenal dengan momen "mematikan lampu". Selain Ikon-ikon kota, para pendukung Earth Hour di seluruh dunia juga diajak secara simbolis mematikan alat elektronik yang tidak digunakan dan memberikan satu jam untuk bumi dengan memanfaatkan 60 menit untuk melakukan apapun yang positif bagi bumi.

CEO Yayasan WWF-Indonesia Aditya Bayunanda mengatakan Earth Hour mengingatkan manusia untuk mengembalikan sebagian dari apa yang telah dinikmati dari alam ini kepada alam.

"Cara yang paling mudah adalah dengan simbolis mematikan lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai, karena lampu menyimbolkan bagaimana manusia seharusnya memanfaatkan sumber daya alam secara lestari dan berkelanjutan," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement