Rabu 21 Feb 2024 14:06 WIB

Operasi Damai Cartenz Tangkap Penyuplai Senjata dan Amunisi KKB

Epson Nirigi sudah teridenfikasi menjadi salah-satu penyuplai senjata, dan amunisi.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Agus raharjo
Baku tembak TNI dan teroris KKB Papua terjadi di Nduga Papua. Kontak tembak (ilustrasi)
Foto: anadolu agancy
Baku tembak TNI dan teroris KKB Papua terjadi di Nduga Papua. Kontak tembak (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA — Satgas Operasi Damai Cartenz kembali melakukan penangkapan terhadap satu anggota separatisme bersenjata Papua Merdeka atas nama Epson Nirigi. Pasukan gabungan itu menangkap pemuda 35 tahun tersebut di Kabupaten Mimika, di Papua Tengah, pada Selasa (20/2/2024).

Kepala Operasi Damai Cartenz Komisaris Besar (Kombes) Faizal Ramadhani mengatakan, Epson adalah salah-satu buronan yang diburu Tentara Nasional Indonesia (TNI)-Polri terkait sejumlah peristiwa kriminal dan aksi-aksi separatisme di Papua. Kombes Faizal menerangkan, Epson ditangkap lewat operasi yang dilakukan di Hotel Lavela In, di Jalan Kalimutu, Kota Mimika.

Baca Juga

“Epson Nirigi adalah anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB),” kata Kombes Faizal melalui rilis resmi yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Kata Kombes Faizal, Epson ditangkap saat mengikuti rapat rekapitulasi suara hasil Pemilu 2024 di Distrik Jita, Mimika. “Epson Nirigi adalah anggota KKB aktif di bawah pimpinan Egianus Kogoya,” ujar Faizal.

Egianus Kogoya, adalah salah-satu pemimpin kelompok separatisme di wilayah Nduga, di Papua Pegunungan. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz AKBP Bayu Suseno menjelaskan, Epson Nirigi sebetulnya sudah masuk dalam daftar buronan atau DPO sejak 2023.

Pada 2023, kata Bayu, Epson Nirigi sudah teridenfikasi menjadi salah-satu penyuplai senjata, dan amunisi untuk kelompok Egianus Kogoya di Nduga. Egianus Kogoya, merupakan dedengkot dari sejumlah aksi penyerangan dan pembunuhan sejumlah personel TNI-Polri.

Egianus Kogoya juga pemimpin kelompok separatisme Papua Merdeka yang melakukan penawanan terhadap pilot Susi Air, Kapten Philips Mark Marthens pada Februari 2023. “Epson Nirigi diketahui sebagai orang yang menyuplai persenjataan, dan amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata pimpinan Kodap III Nduga, Egianus Kogoya,” ujar Bayu.

Dari penangkapan terhadap Epson Nirigi, kata Bayu, Satgas Damai Cartenz menemukan sejumlah bukti-bukti yang menguatkan dugaan perannya sebagai pihak yang mendukung gerakan separatisme di Papua. Pada Selasa (20/2/2024), Operasi Damai Cartenz, juga mengumumkan penangkapan terhadap anggota kelompok separatisme atas nama Alenus Tabuni alias Kobuter di Distrik Ilaga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement