Selasa 20 Feb 2024 12:44 WIB

Puluhan Petugas PPSU Kelurahan Ancol Jakarta Utara Diklaim Sudah Kembali Bekerja

Lurah dan sekretaris kelurahan di Ancol suka bercanda.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Agus raharjo
Petugas PPSU membersihkan separator Transjakarta di Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (30/8/2023) malam. (Ilustrasi)
Foto: Republika/Tahta Aidilla
Petugas PPSU membersihkan separator Transjakarta di Jl MT Haryono, Jakarta Selatan, Rabu (30/8/2023) malam. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kisruh terjadi antara para Lurah Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, dan puluhan petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU). Dampaknya, puluhan petugas PPSU di Kelurahan Ancol sempat mogok kerja.

Camat Pademangan Didit Mulyadi mengatakan, pihaknya telah bergerak cepat mencari solusi terhadap permasalahan aksi mogok kerja petugas PPSU. Ia memastikan, para petugas PPSU itu telah kembali bekerja pada Selasa (20/2/2024).

Baca Juga

"Kami tadi kumpulkan ada sekitar 60 petugas PPSU. Pada awal pertemuan, kami sepakat untuk menyelesaikan masalah ini dan akan kembali bekerja,” kata Didit, Selasa.

Ia menjelaskan, kisruh antara lurah dan puluhan petugas PPSU itu terjadi hanya karena kesalahpahaman. Namun, semua pihak akhirnya memahami setelah diberikan penjelasan.

"Mereka mengerti dan tidak menginginkan adanya masalah ini. Yang penting mereka bisa kembali bekerja," ujar Didit.

Ia menambahkan, pihaknya juga telah memanggil lurah terkait. Menurut dia, kesalahpahaman itu terjadi ketika ada pengarahan dari lurah kepada para petugas PPSU untuk program Sembako Murah.

Didit menyebutkan, ketika itu lurah mengajak para petugas PPSU untuk memanfaatkan program tersebut. Pasalnya, program itu sangat membantu masyarakat, di mana paket sembako seharga Rp 140 ribu dijual dengan harga Rp 100 ribu.

"Terus ada yang nyeletuk 'gak ada duit'. Terus sekkel nyeletuk 'yaudah kalo gak ada lu pake duit gua dulu nanti kalo gajian diganti' gitu. Lurah ini kan baru di situ, ceplas-ceplosmya lurah ini kan mereka belum paham," kata dia.

Selain itu, Didit menambahkan, lurah yang bersangkutan juga pernah meminta para petugas PPSU itu untuk berhenti merokok. Lurah itu menyebutkan bahwa merokok membuat miskin.

"Kalian jangan merokok, nanti miskin kalo kalian merokok semua, sementara anak gak diperhatiin. Gaji segitu abis buat rokok aja lu," kata Didit menirukan ucapan Lurah Ancol.

Menurut dia, pada dasarnya lurah dan sekretaris kelurahan di Ancol suka bercanda. Namun, terkadang candaannya tidak tepat.

"Jadi itu clear gak ada masalah. Lurah sudah saya panggil abis. Selagi saya lihat lurah itu masih memenuhi koridor kerja, sesuai koridor yang ada ya saya sih dukung-dukung aja. Kecuali lurahnya melanggar aturan," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement