Senin 05 Feb 2024 13:43 WIB

Bela Megawati, Hasto Sentil Dudung yang Sibuk Urus Anak Lantaran Sempat tak Lolos Akmil

Hasto menilai, saat di KSAD Dudung debat dengan Andika soal ketidaklulusan itu.

Rep: Febryan A/ Red: Teguh Firmansyah
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto
Foto: Republika/Prayogi
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyindir mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman terkait sang anak yang sempat gagal lolos Akademi Militer (Akmil). Hasto melontarkan sindiran tersebut karena Dudung mengkritik pidato Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri terkait netralitas aparat.

Hasto mengatakan, Dudung seharusnya tahu soal ada anggota TNI dan Polri yang tidak netral dalam Pemilu 2024. Menurutnya, Dudung tidak mengetahui semua itu karena sibuk mengurus anaknya yang sempat gagal lulus menjadi taruna Akmil. 

Baca Juga

"Pak Dudung sebenarnya harusnya tahu, tetapi ketika beliau menjadi KSAD itu kan lebih banyak mengurus anaknya yang tidak lolos kemudian terjadi perdebatan dengan Pak Andika," kata Hasto kepada wartawan di Jakarta Convention Center, Ahad (4/2/2024) malam.

Persoalan anak Dudung sempat gagal menjadi taruna Akmil itu terungkap dalam rapat DPR pada 2022 lalu. Anggota dewan menyebut persoalan tersebut menimbulkan 'pertentangan' antara Dudung dan Panglima TNI ketika itu, Andika Perkasa. Anak Dudung itu akhirnya dinyatakan lulus.

Hasto melanjutkan, saking sibuknya mengurus urusan keluarga itu, Dudung akhirnya lupa masalah prajurit di lapangan. "Pak Dudung sampai lupa persoalan yang ada di lapangan karena lebih mengurus anaknya (agar) bisa lolos di Akmil saat itu," ujarnya.

Respons Dudung

Megawati berpidato dalam kampanye akbar pasangan capres-cawapres nomor urut 3, Ganjar-Mahfud di Stadion GBK, Jakarta, Sabtu (3/2/2024). Presiden ke-5 RI itu menyebut TNI dan Polri tidak netral dalam gelaran Pemilu 2024.

"Ingat, hei polisi jangan lagi intimidasi rakyatku. Hei tentara jangan lagi intimidasi rakyatku. PDI Perjuangan adalah partai sah di republik ini artinya diizinkan untuk mengikuti yang namanya Pemilu, Pemilihan umum langsung adalah hak rakyat bukan kepunyaan kalian, ingat," ujar Megawati.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement