Sabtu 20 Jan 2024 18:06 WIB

Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Alternatif Cara Kurangi Potensi Dampak Banjir di Riau

Potensi bahaya banjir susulan masih berpeluang terjadi sepekan ke depan.

Banjir di Riau (ilustras).
Foto: Antara/Aswaddy Hamid
Banjir di Riau (ilustras).

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pihaknya mengupayakan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) dapat mengurangi potensi dampak yang lebih luas akibat banjir di Riau.

Suharyanto mengatakan, hujan lebat akan berpotensi terjadi pada tiga hari hingga sepekan ke depan di wilayah Riau.

Baca Juga

"Prediksi BMKG di Provinsi Riau ini, tiga hari hingga seminggu ke depan masih akan turun hujan yang cukup lebat," ujarnya, dikutip pada Sabtu (20/1/2024). 

Potensi bahaya banjir susulan masih berpeluang terjadi sepekan ke depan, kata dia pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Bencana Hidrometeorologi di Provinsi Riau, Kota Pekanbaru. 

Dengan adanya potensi bahaya banjir yang dipicu faktor cuaca, BNPB telah mendiskusikan dengan instansi terkait untuk melakukan operasi TMC. "Mudah-mudahan dalam satu-dua hari nanti akan ada TMC," tambah Suharyanto.

Operasi ini akan menyasar pada wilayah-wilayah yang masih terendam. Ini dikarenakan kawasan terdampak itu mengakibatkan dampak ekonomi yang besar.

Hal tersebut juga akan meminta masukan dari gubernur dan BMKG. Suharyanto menceritakan saat bertemu Bupati Pelalawan, gas di sana harganya meningkat tajam karena pasokan terganggu.

"Kemudian truk-truk dari Sumatra Barat terpaksa harus menunggu berjam-jam sampai air surut," tambah Suharyanto.

Pada kesempatan itu, Kepala BNPB mengatakan, operasi TMC ini tentu tidak mudah, tidak seperti pada penanganan kebakaran hutan dan lahan. TMC pada bencana ini bertujuan untuk menurunkan hujan.

Sedangkan di musim hujan, ini tentu sebaliknya. Sejauh ini BNPB melakukan TMC untuk penanganan potensi bahaya Hidrometeorologi basah di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Hal senada disampaikan Gubernur Riau Edy Nasution pada Rakor yang dihadiri bupati atau perwakilan BPBD se-Provinsi Riau. Ia mengatakan, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih terjadi di hampir sebagian wilayah Riau.

"Berdasarkan hasil analisis data impact based forecast dari BMKG, Satgas Banjir PUPR dan inaRISK BNPB, wilayah Provinsi Riau umumnya berada dalam kategori Waspada," kata Gubernur.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement