Ahad 24 Mar 2024 18:56 WIB

Pj Gubernur Jateng Sebut Teknologi Modifikasi Cuaca Diperpanjang Hingga 27 Maret

TMC untuk mengurangi dampak banjir di Provinsi Jateng.

Foto udara kondisi banjir yang merendam kawasan Alun-alun Demak di depan Masjid Agung Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (19/3/2024). Bencana banjir karena curah hujan tinggi beberapa hari sejak Rabu (13/3) dari hulu ke hilir yang dipengaruhi bibit siklon tropis itu mengakibatkan sejumlah tanggul sungai jebol dan melimpas sehingga menyebabkan beberapa ruas jalan protokol di pusat kota terendam banjir dengan ketinggian sekitar 30-60 cm yang menghambat aktivitas serta mobilitas warga dan sejumlah pertokoan terpaksa tutup.
Foto: ANTARA FOTO/Aji Styawan
Foto udara kondisi banjir yang merendam kawasan Alun-alun Demak di depan Masjid Agung Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (19/3/2024). Bencana banjir karena curah hujan tinggi beberapa hari sejak Rabu (13/3) dari hulu ke hilir yang dipengaruhi bibit siklon tropis itu mengakibatkan sejumlah tanggul sungai jebol dan melimpas sehingga menyebabkan beberapa ruas jalan protokol di pusat kota terendam banjir dengan ketinggian sekitar 30-60 cm yang menghambat aktivitas serta mobilitas warga dan sejumlah pertokoan terpaksa tutup.

REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK -- Penjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana mengungkapkan bahwa operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengurangi dampak banjir di Provinsi Jateng bakal diperpanjang hingga 27 Maret 2024. TMC juga untuk mendukung pengerjaan penutupan dan penguatan tanggul sungai yang jebol.

"Modifikasi cuaca atau TMC tersebut memang membuahkan hasil, karena beberapa hari terakhir memang tidak ada hujan," katanya saat kunjungan kerja di Demak, Ahad (24/3/2024).

Baca Juga

Perpanjangan operasi TMC tersebut, katanya, bertujuan agar saat pengerjaan perbaikan tanggul jebol tidak terpengaruh cuaca. Apalagi tanggul yang sudah berhasil ditutup itu, selanjutnya dilakukan penguatan.

Banjir yang terjadi di Kabupaten Demak dan sekitarnya, katanya,  memang dipengaruhi oleh cuaca ekstrem mulai tanggal 8-18 Maret 2024. Kebetulan Kabupaten Demak berada di dataran rendah, sedangkan hujan turun di kawasan atas seperti di Pegunungan Kendeng yang ada di wilayah Blora maupun Rembang dan sekitarnya.

"Ketika hujan dengan intensitas tinggi di Pegunungan Kendeng, airnya lari ke sungai dan masuk ke Sungai Wulan. Bahkan, Kabupaten Grobogan juga terdampak cuaca ekstrem karena banjir menggenangi kota, kemudian Demak dan Kudus juga ikut terdampak," katanya.

Dengan intensitas hujan yang tinggi tersebut, juga mengakibatkan lonjakan debit air sungai, seperti di Sungai Wulan sehingga mengakibatkan tanggul jebol. Sementara permukiman warga kebanyakan berada di bawah tanggul.

"Kami, pemerintah provinsi dan kabupaten mengambil langkah evakuasi dan menyiapkan tempat pengungsian. Pemerintah pusat juga memberikan perhatian. Kami juga perlu mengambil langkah-langkah supaya tanggul jebol tidak terjadi lagi," katanya.

Nana mencatat dari sejumlah tanggul sungai yang jebol, terdapat empat titik yang memberikan dampak cukup besar. Tiga titik tanggul jebol di antaranya di Kabupaten Grobogan dan satu titik di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak.

Semua tanggul jebol tersebut, kini sudah ditangani oleh Kementerian PUPR dan semuanya sudah ditutup, sehingga banjir juga mulai surut. Dalam rangka penguatan tanggul, maka selama pekerjaan diupayakan tidak ada hujan sehingga dilakukan modifikasi cuaca.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto saat mengunjungi tanggul Sungai Wulan yang jebol menyebutkan, perpanjangan operasi TMC hingga 20 Maret 2024. Karena dinilai berhasil, sehingga ada upaya perpanjangan hingga 27 Maret 2024.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement