Sabtu 13 Jan 2024 20:38 WIB

Airlangga Minta Perubahan di Bali dengan Memenangkan Partai Golkar

Airlangga juga meminta kader Golkar di Bali memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran.

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat memberi arahan kepada kader Partai Golkar seluruh Bali di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (13/1/2024).
Foto: dok partai golkar
Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto saat memberi arahan kepada kader Partai Golkar seluruh Bali di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (13/1/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR--Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta kadernya di Bali membuat perubahan. Yakni dengan mengubah kedudukan partai beringin tersebut menjadi pemenang dalam Pemilu 2024 di pulau dewata.

“Perubahan di Bali artinya Partai Golkar menjadi nomor satu, kalau Golkar menang maka kepala daerah bisa dari Partai Golkar,” kata dia kepada kadernya dalam Kampanye DPD Partai Golkar Bali di Badung, Sabtu (13/1/2024).

Baca Juga

Airlangga menginstruksikan jajarannya di Bali untuk meningkatkan suara pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden di Pemilu 2024. Ketum Golkar meyakini arahannya bisa terwujud jika melihat kesiapan Partai Golkar yang lebih baik dari pemilu terdahulu.

Di tingkat DPR RI, politikus yang saat ini menjadi Menteri Perekonomian itu meminta dari perolehan dua kursi meningkat jadi tiga kursi asal Bali. Saat ini dua kursi yang sudah lolos diisi oleh Gde Sumarjaya Linggih (Demer) dan AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Gus Adhi).

Selanjutnya, di tingkat provinsi dari delapan anggota DPRD Bali dan di Kabupaten Badung tujuh anggota asal Partai Golkar, Airlangga meminta terjadi perubahan dengan menaikkan jumlah dari 20 sampai 100 persen.

“Saya minta Pak Sugawa Korry (Ketua DPD Partai Golkar Bali) menambah DPRD provinsi kita, dari delapan saya tidak minta naik 100 persen seperti Badung, saya diskon naik 20 persen jadi saya minta 14, sanggup tidak? Itu baru namanya perubahan,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga Hartarto meminta tak terbatas pada perubahan di daerah, namun juga secara nasional melalui pemilihan presiden dan wakil presiden dengan memenangkan calon yang mereka usung.

Ia menginstruksikan kadernya di Pulau Dewata agar berbondong-bondong ke tempat pemungutan suara dan mendorong kemenangan satu putaran pasangan Prabowo-Gibran.

“Kalau Prabowo-Gibran di atas 50 persen maka Partai Golkar minimal 20 persen, karena dengan angka itu kita mengusung bupati, gubernur, dan presiden bisa,” kata dia.

Ketika disinggung soal dominasi PDI Perjuangan di Bali, ditambah target mereka 95 persen suara masyarakat Bali untuk pasangan calon Ganjar-Mahfud, Airlangga tak memusingkannya.

Yang pasti, kepada 5.000 kadernya yang hadir di Lapangan Penarungan, Airlangga meminta melihat potensi dan memaksimalkan target, termasuk memenangkan Prabowo-Gibran satu putaran, ini sekaligus mematahkan wacana bergabungnya dua pasangan calon lain dalam putaran kedua.

Salah satu kandidat untuk mewujudkan perubahan posisi di Bali adalah I Wayan Suyasa, yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Badung, dimana Airlangga resmi mengutusnya maju sebagai kepala daerah, sementara dua periode terdahulu Badung dipimpin bupati dari PDI Perjuangan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement