Jumat 29 Dec 2023 14:55 WIB

Muhadjir Beri Pesan ke Wisudawan UMM: Semangat Belajar, Jangan Menutup Diri

Muhadjir berharap para alumni UMM dapat mengambil peran dan ikut membangun Nusantara.

Rep: Erik PP/Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Menko PMK sekaligus Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Malang (BPH UMM), Prof Muhadjir Effendy.
Foto: Republika.co.id
Menko PMK sekaligus Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Malang (BPH UMM), Prof Muhadjir Effendy.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) sekaligus Ketua Badan Pembina Harian Universitas Muhammadiyah Malang (BPH UMM), Muhadjir Effendy, berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati UMM untuk tetap semangat belajar. Dia juga mengajak mereka menambah wawasan baru sehingga menjadi sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan serta berdaya saing. 

"Karena itu, pesan saya kepada wisudawan dan wisudawati, janganlah menutup diri, maka jadilah orang yang memiliki perspektif luas, cakrawala luas, serta mudah bergaul dengan siapa saja," ucap Muhadjir saat memberikan sambutan pada Wisuda Ke-111 Tahun 2023 Program Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana UMM secara daring dikutip di Jakarta, Jumat (29/12/2023).

Muhadjir juga menjelaskan, sumber daya alam (SDM) yang ada di Indonesia masih sangat banyak dan beraneka ragam. Menurut dia, dibutuhkan tangan-tangan cerdas yang mampu mengelola dengan baik sesuai amanah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Eks rektor UMM tersebut menjelaskan, penetapan ibu kota negara baru, yakni Nusantara sebagai langkah konkret perubahan paradigma pembangunan Indonesia dari Jawa sentris menjadi Indonesia sentris. Hal itu supaya pertumbuhan pembangunan di Indonesia menjadi lebih merata. 

Muhadjir berharap, para alumni UMM dapat mengambil peran dan ikut membangun Nusantara sehingga terwujudnya Indonesia Maju pada 2045. "Tahun 2045 tepat 100 tahun Indonesia merdeka merupakan momentum kalian untuk mengambil peran dan memberikan suatu yang bermakna untuk diri kalian, keluarga, dan bangsa ini," jelasnya. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement