Selasa 19 Dec 2023 21:59 WIB

Kopi Gama dan Sejumlah Firma Hukum akan Dukung Butet Kertaredjasa

Butet Kertaredjasa mendorong perkembangan seni dan budaya.

Butet Kartaredjasa dan Budayawan  Paox Iben Mudhaffar
Foto: Kopi Gama
Butet Kartaredjasa dan Budayawan Paox Iben Mudhaffar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Budayawan Butet Kertaredjasa menyayangkan dinamika seni dan budaya belakangan ini yang direspons dengan kebencian dan sikap yang tidak bijaksana. Hal itu dinilainya dapat mengancam keberlangsungan demokrasi.

Sebagaimana dikabarkan sejumlah kantor berita, gelaran pentas seni karya Butet Kartaredjasa dan Agus Noor disebut-sebut mendapat intimidasi dari oknum aparat penegak hukum.

Baca Juga

Lakon pertunjukan ini digarap oleh Agus Noor sebagai penulis dan direktur artistik, bersama dengan Butet Kartaredjasa selaku pendiri Indonesia Kita tampil sebagai aktor utama. Sejumlah tokoh kenamaan, mulai dari Cak Lontong, Inayah Wahid (putri Gus Dur), Marwoto, dan lainnya ikut bermain.

"Musuh Bebuyutan" mengisahkan hubungan seorang pemuda dan seorang perempuan yang bertetangga dan berteman baik. Namun sebuah peristiwa menjadikan keduanya berseteru dan berbeda pilihan politik. Permusuhan keduanya merembet ke mana-mana, membuat situasi kampung menjadi penuh kasak-kusuk.

Imbasnya, masyarakat menjadi terbelah sikap. Ada yang mendukung si pemuda, ada juga yang mendukung si perempuan.

Pada Senin (18/12/2023), Butet Kartaredjasa mengundang Ketua Umum Kopi Gama Paox Iben dan sejumlah pihak untuk ngopi bareng di sekitar Taman Ismail Marzuki, Cikini. Mereka prihatin atas kondisi kebudayaan yang belakangan ini seperti kembali ke masa Orde Baru. Pertunjukan seni diintimidasi dan dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Kami siap kawal Mas Butet, budayawan Nusantara hadapi laporan polisi, karena ekspresi paling jujur dari kebudayaan itu adalah seni. Dan ketika Mas Butet bersama seniman mementaskan teater lantas diintimidasi dan atas intimidasi itu kemudian diunggah ke media sosial, lalu postingan itu dilaporkan ke polisi, maka itu tidak hanya pertanda robohnya demokrasi, tapi juga kemunduran generasi," tegas Paox Iben dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (18/12) malam.

Pihaknya mengimbau semua pihak untuk merespons karya seni dengan kearifan, sebab karya tersebut dibuat berdasarkan hati nurani dan komitmen melestarikan budaya. Karya seni merupakan luapan rasa batin yang dikemas secara apik sehingga terkesan elegan dengan kandungan nilai di dalamnya.

Menyikapi dukungan dari Kopi Gama, Butet mengapresiasi hal tersebut. “Ditjen Kebudayaan dari Pemerintah juga siap mengirim lawyer untuk saya, firma-firma hukum teman saya juga menawarkan diri, karena mereka punya alokasi anggaran untuk masalah hukum atas ancaman kebebasan berekspresi itu,” beber Butet.

Butet senang dengan banyaknya pihak yang membantunya dalam menyelesaikan masalah tersebut. Saat ditanya wartawan, Butet menyebut baru satu pihak yang melaporkan dirinya yakni oleh Advokat Lingkar Nusantara (Lisan).

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement