Jumat 15 Dec 2023 15:18 WIB

Jokowi Targetkan MRT Fase 2A Beroperasi 2027

Proyek akan dilanjutkan ke fase 2B dari Kota menuju Ancol.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Agus raharjo
Presiden Jokowi saat meninjau proyek MRT Fase 2A rute Bundaran HI-Kota, di Stasiun Monas, Jumat (15/12/2023).
Foto: Republika/Dessy Suciati Saputri
Presiden Jokowi saat meninjau proyek MRT Fase 2A rute Bundaran HI-Kota, di Stasiun Monas, Jumat (15/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan MRT fase 2A dapat beroperasi pada 2027. Menurut dia, proyek MRT bukan merupakan pekerjaan mudah karena pekerjaannya harus dikerjakan di tengah keramaian Jakarta.

"Ini pekerjaan yang tidak mudah karena harus bekerja di dalam keramaian Jakarta juga yang di bawah waktu membuat tunnel terowongannya juga bukan sesuatu yang gampang, tapi progresnya sudah di atas target," kata Jokowi seusai MRT (Moda Raya Terpadu) Jakarta Fase 2A Stasiun MRT Monas, Jumat (15/12/2023).

Baca Juga

Jokowi menilai, pembangunan MRT fase 2A berjalan baik dan melampaui target yang dicanangkan. Pembangunannya pun telah mencapai 28,4 persen.

"Jadi untuk fase 2A dari Bundaran HI menuju ke Kota dari target perencanaan 27 persen sekarang sudah mencapai 28,4 persen, lebih dari target, saya kira bagus," ujarnya.

Saat meninjau proyek MRT, Jokowi juga melihat terowongan dari Monas menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI). Setelah fase 2A rampung, berikutnya proyek akan dilanjutkan ke fase 2B dari Kota menuju Ancol.

"Tinggal nanti diteruskan ke yang fase 2B dari Kota ke Ancol," ujarnya.

Sementara, terkait rencana pembangunan MRT dari timur ke barat, Presiden menyebut bahwa semuanya masih dalam proses dan akan segera diputuskan. Menurut Jokowi, keputusan akan diambil pemerintah setelah melakukan perhitungan dan studi.

"Kalau hitung-hitungan, kalau kalkulasi studinya sudah rampung semua, langsung kita putuskan. Karena memang Jakarta membutuhkan transportasi massa yang terintegrasi bukan sendiri-sendiri," tutur Jokowi.

Peninjauan MRT fase 2A ini juga dihadiri Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono, dan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement