Selasa 14 Apr 2026 06:32 WIB

Soal Permintaan JK untuk Tunjukkan Ijazah, Petinggi PSI: Saya dan Jokowi Tertawa

Jokowi mengaku punya sikap dalam menunjukkan ijazah.

Rep: Noor Alfian/ Red: Teguh Firmansyah
Pengamat Kebijakan Publik Bonatua Silalahi menunjukkan salinan ijazah Joko Widodo yang digunakan saat pencalonan presiden pada 2014 dan 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Senin (9/2/2026). KPU menyerahkan salinan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo tanpa sensor kepada Bonatua sebagai tindak lanjut putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang mengabulkan seluruh permohonannya terkait dokumen ijazah pendidikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Foto: Republika/Prayogi
Pengamat Kebijakan Publik Bonatua Silalahi menunjukkan salinan ijazah Joko Widodo yang digunakan saat pencalonan presiden pada 2014 dan 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Senin (9/2/2026). KPU menyerahkan salinan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo tanpa sensor kepada Bonatua sebagai tindak lanjut putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang mengabulkan seluruh permohonannya terkait dokumen ijazah pendidikan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus menemui Presiden ke-7, Joko Widodo di Solo. Dalam pertemuan itu ia mengaku membahas banyak hal dengan Jokowi termasuk soal permintaan Jusuf Kalla menunjukan Ijazah.

"Ya tadi bahas politik iya, ijazah-ijazah tipis-tipis, hal-hal lain. Jadi saya kira begini, bahwa hari ini ada beberapa hal yang mencuat ke publik terkait adanya pernyataan dari Pak Yusuf Kalla ya, yang meminta bahwa mudah saja ini silakan Pak Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya," katanya saat ditemui awak media, Senin (13/4/2026).

Baca Juga

Ia mengaku sempat tertawa bareng Jokowi membahas permintaan mengenai menunjukan ijazah seperti keinginan Wapres RI ke-10 dan 12.

Bestari justru menantang balik Jusuf Kalla untuk memperlihatkan ijazah dan buku nikah dihadapan publik.

"Nah, kami berdua tadi tertawa, bahkan agak mau terbahak gitu ya. Nih kalau Pak JK ingin memperlihatkan ijazahnya, atau surat nikahnya kepada publik, atau surat-surat yang lain yang menurut beliau mudah buka dari lemari tunjukkan, itu silakan saja. Silakan diperlihatkan," ujarnya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement