REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Manajemen Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengungkapkan kondisi Yuvita Tri Rezeki (29 tahun) korban penganiayaan berat dan penyekapan berangsur membaik. Korban yang tengah menjalani pemulihan sudah bisa duduk dan beraktivitas sambil menunggu tindakan operasi.
Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSHS Bandung, dr Fitra Hergyana mengatakan, kondisi Yuvita sudah mulai membaik dengan bisa duduk dan mulai beraktivitas. Ia menyebut pihaknya telah melakukan debridement atau pembersihan luka pada wajah korban sebelum dilakukan operasi.
"Kemarin pak dirut sudah menyampaikan. Alhamdulillah pasien saat ini memang sudah bisa duduk, sudah bisa dapat beraktivitas dan juga kita kemarin sudah melaksanakan debridement atau pembersihan luka sambil dengan menunggu operasi," kata dia.
Ia mengatakan, saat ini Yuvita tengah menjalani pemulihan dan sedang menunggu operasi. Pihaknya belum dapat memastikan jadwal operasi karena fokus menangani infeksi yang dialami pasien.
"Kita saat ini kan memang masih ada infeksinya. Tadi makanya kenapa steril, begitu setelah infeksinya tertangani kita langsung dilaksanakan," kata dia.
Lihat postingan ini di Instagram
Pihaknya juga berupaya memberikan perhatian terhadap kondisi psikologi korban. Proses operasi tidak dilakukan sekali akan tetapi mengacu kepada evaluasi hasil operasi.
“Ini juga operasi ini nggak bisa sekali, perlu beberapa kali. Jadi kita melihat adalah bagaimana dari operasi yang pertama, dilihat hasilnya dulu," kata dia.
Pihaknya melibatkan sekitar 40 dokter. Tim tersebut disiapkan untuk memastikan seluruh aspek kesehatan pasien tertangani secara menyeluruh.
"Kita juga membentuk tim dokter dari Kementerian Kesehatan RSHS sekitar 40 dokter," kata dia.
Rekonstruksi




