Rabu 13 Dec 2023 00:15 WIB

Ade Armando Kaitkan Gielbran dengan RK yang Gagas Syariat Islam, Ini Bantahan Tegas Alumni

RK dinilai lebih ke proyek pengembangan karakter dan pembinaan kepemimpinan.

Ade Armando
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Ade Armando

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alumni Rumah Kepemimpinan membantah pernyataan politikus PSI Ade Armando yang menyebut bahwa gagasan Rumah Kepemimpinan (RK) membahasa syariat Islam. Menurut Ketua Ikatan Alumni RK Ahmad Jilul Q Farid, rumah kemimpinan terbuka untuk semua. Tetapi karena memang ini berasrama, jadi dikhususkan untuk Muslim.

"Tidak spesifik bicara soal agama, apalagi soal syariat Islam," ujarnya kepada Republika.co.id, Selasa (12/12/2023). 

Baca Juga

Ahmad Jilul menekankan, RK lebih ke pengembangan karakter dan pembinaan kepemimpinan. Di sana ada nilai utama yang terus diajarkan dan tidak secara eksplisit itu syariat Islam. "Kita diajarkan Islam value secara substantif bukan tekstualis," ujarnya. 

Ada nilai 'ROMO' yang ditekankan. ROMO merupakan singkatan dari rendah hati, obyektif, moderat dan open mind. "Jadi itu value-nya." 

Setiap anggota RK, kata Jilul, diminta untuk menyebar di seluruh sektor dan hadir berkontribusi serta membangun titik temu dengan siapa pun. Dengan catatan untuk kebaikan bangsa. "Itu yang disampaikan."

Jilul menambahkan, setiap anggota RK juga didorong untuk memberikan kontribusi  terbaik buat bangsa. Sehingga, RK menanamkan paham nasionalis religius. Religius bukan untuk penegakkan syariat Islam, tapi menghadirkan pribadi-pribadi Indonesia yang berintegritas sumbernya dari agama. "Karena memang kita Ketuhanan Yang Maha Esa," jelasnya. 

Ia juga menekankan bahwa RK tidak mengarah ke partai politik tertentu. Semua alumni menyebar ke berbagai lini termasuk partai seperti, PKB, Gerindra, Nasdem. Meski ada caleg dari PKS, tapi alumni RK juga ada yang nyalegi di partai lain seperti PKB. "Kita sangat cair di berbagai sektor," ujarnya. 

Pernyataan Jilul sekaligus membantah statemen dari politikus PSI Ade Armando.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement