Jumat 01 Dec 2023 14:58 WIB

Hilirisasi Digital Ganjar-Mahfud: Internet Ngebut dan Ponsel Buatan Lokal

Kasus korupsi proyek BTS Kemenkominfo jadi salah satu pengganjal hilirisasi digital.

Pasangan capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD akan melanjutkan proyek hilirisasi digital jika memang Pilpres 2024.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pasangan capres Ganjar Pranowo dan cawapres Mahfud MD akan melanjutkan proyek hilirisasi digital jika memang Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hilirisasi digital menjadi salah satu proyek prioritas pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD jika memenangkan Pilpres 2024. Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Jutan Manik menjelaskan, pasangan nomor urut 3 tersebut akan melanjutkan proyek hilirisasi digital yang tersendat pada era Joko Widodo (Jokowi).

Jutan menyebut, kasus korupsi proyek Base Transceiver Station (BTS) 4G Bakti Kemenkominfo yang menjerat eks Menkominfo Johnny G Plate menjadi salah satu pengganjal hilirisasi digital. Jika proyek itu rampung, ia optimistis, pemerintah ke depan bisa membuka akses internet ke seluruh penjuru negeri.

"Kasus korupsi BTS Kominfo yang cukup lumayan besar angkanya itu sangat disayangkan. Seandainya program itu dieksekusi dengan baik, itu sudah banyak membantu ekonomi digital kita," ucap Jutan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (30/11/2023).

Kejaksaan Agung menyampaikan, kasus korupsi BTS 4G Bakti Kemenkominfo ditaksir merugikan negara sekitar Rp 8 triliun. Saat ini, sudah belasan orang ditetapkan sebagai tersangka. Selain dari kalangan pejabat pemerintah, para tersangka juga berasal dari kalangan swasta dan akademikus.

 

Menurut Jutan, prasyarat hilirisasi digital adalah tersedianya jaringan internet yang murah dan menjangkau seluruh daerah. Alih-alih diakselerasi, sambung dia, upaya untuk mencapai itu terganjal akibat proyek BTS 4G Bakti Kemenkominfo, uangnya dibagi-bagikan ke sejumlah pihak.

"Ganjar menyadari bila pemerintahan saat ini belum maksimal mempersiapkan ekonomi digital tersebut. Itu bisa dilihat dari infrastruktur (BTS 4G) yang seharusnya sudah ada, tapi belum ada," kata Jutan.

Faktanya, menurut dia, akses koneksi internet di Indonesia saat ini masih terpusat di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. Selain itu, Jutan menyebut, kecepatan internet Indonesia, baik untuk jaringan mobile maupun fixed broadband tergolong lelet.

Berbasis laporan Speedtest Global Index yang dirilis Ookla pada Juli 2023, dengan kecepatan rerata 24,21 Mbps, Indonesia berada di posisi 96 dari 143 negara. Di Asia Tenggara, Indonesia berada di posisi ke-8, tertinggal dari Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Selain membangun infrastruktur internet yang mumpuni, Jutan menambahkan, Ganjar-Mahfud juga bakal mendorong kapabilitas industri dalam negeri supaya bisa membuat laptop dan ponsel karya anak bangsa bermutu tinggi. Produk tersebut setara dengan kualitas produk global namun dengan harga yang terjangkau.

"Pada zaman Jokowi internet mahal. Infrastruktur juga belum kelar. Maka, Ganjar akan memperbaiki infrastruktur itu. Namun, juga menyentuh ke ranah server. Fokus Ganjar nanti akan meminta ke brand yang sudah membuat usaha ini meningkatkan kualitas," kata Jutan.

Niat untuk mengakselerasi hilirisasi digital sebelumnya sempat diungkap Ganjar saat jadi pembicara di Indonesia Millenial and Gen Z Summit 2023 di Senayan Park, Jakarta Pusat, Jumat (24/11/2023). Ganjar menyebut hilirisasi digital bisa dimulai dengan pemerataan internet cepat dan murah serta membuat ponsel dan laptop merek lokal. "Kita harus mendorong lahirnya generasi inovator."

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement