Rabu 29 Nov 2023 20:08 WIB

IKN Bakal Memberikan Efek Besar di Sektor Logistik karena Status Ibu Kota Negara

Status sebagai IKN memberikan titik pemusatan baru untuk arus logistik dan barang.

Pekerja bertugas mengawasi kawasan pelabuhan peti kemas di Kaltim.(Ilustrasi)
Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Pekerja bertugas mengawasi kawasan pelabuhan peti kemas di Kaltim.(Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembangunan Ibu kota Nusantara (IKN) akan memberikan andil yang besar bagi sektor logistik pelabuhan di masa depan. Direktur PT Mitra Investindo Tbk (MITI) Bambang Ediyanto mengatakan, status sebagai Ibu kota Nusantara memberikan titik pemusatan baru untuk arus logistik dan barang. 

“Potensinya tentu besar. Karena statusnya sebagai ibu kota. Jika berjalan on the track, maka pemusatan arus barang tidak hanya berada di pelabuhan besar yang ada saat ini seperti di Pulau Jawa Sumatera dan Sulawesi,” ujarnya di Jakarta, dalam keteragannya yang diterima Republika.co.id, Selasa (28/11/2023).

Perusahaan pelayaran dan logistik saat ini siap berekspansi ke IKN. “Semua akan fokus di Balikpapan, kami di MITI juga demikian dimana kita akan menerapkan ful logistik yang saat ini sedang kita siapkan. Misalnya untuk tracking pergudangan, shipping line, kontainer dan lainnya,” ungkapnya. 

Bambang Ediyanto optimis, Balikpapan punya potensi besar karena perannya sebagai Ibu kota negara. “Kita tahu pengelolaan logistik itu punya peran penting dalam perkembangan perekonomian suatu negara. Harapannya pengelolaan logistik efisien akan menekan biaya tinggi sehingga harga jual juga bisa lebih bersaing,” ucapnya. 

Potensi besar logistik pelayaran di IKN bisa dilihat dari tingginya investasi penyewaan jasa kapal tunda di perairan IKN. Data Indonesian National Shipowners Association (INSA) menyebutkan harga-harga komoditas alam masih terlihat stabil sejak pertengahan 2023. Di sisi lain,   tingginya permintaan pengangkutan bahan-bahan infrastruktur yang berada Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi salah satu pendorong meningkatnya investasi sektor ini. 

Ketua Umum INSA Carmelitar Hartoto mengatakan, harga komoditas seperti Nikel dan batu bara masih tinggi. “Ada juga angkutan untuk IKN sudah ada, pipa serta material lain segala macam. Pokoknya yang ada hubungan dengan konstruksi, alat-alat infrastruktur, bahan-bahan bangunan itu sudah mulai banyak ke IKN,” ujarnya. 

Pemerintah terus menggodok pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur. Dalam proses pembangunannya, sejumlah BUMN turut andil dengan menggelontorkan investasi di beberapa sektor. Diantaranya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), hingga BUMN Karya. Di bidang infrastruktur sejumlah ruas tol IKN bisa rampung 2024 mendatang melalui BUMN Hutama Karya dan Brantas Abipraya. 

Sebelumnya Kementerian BUMN resmi membentuk perusahaan patungan yang dinamai PT Karya Logistik Nusantara (KLN). Perusahaan itu terdiri dari enam BUMN Karya. Keenam perseroan antaranya PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero).

Bambang turut menambahkan bahwa  MITI siap berkomitmen penuh untuk berperan aktif dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui penguatan kinerja pada penyediaan layanan perkapalan dan logistik yang terus berkembang dan terintegrasi, khususnya dalam mendukung persiapan IKN.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement